
Mahasiswa KKN UGM Kenalkan Dunia Kampus dan AI kepada Siswa MA Roudlotul ‘Ulum
MAGELANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) dari unit Satya Bhakti Kaliangkrik menggelar program pengenalan perguruan tinggi dan literasi teknologi bagi siswa kelas XI dan XII Madrasah Aliyah (MA) Roudlotul ‘Ulum. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan siswa mengenai dunia perkuliahan sekaligus membekali mereka dengan pemahaman awal tentang perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Program tersebut melibatkan mahasiswa lintas fakultas UGM, yakni Singgih Baswani dari Fakultas Hukum, Jonathan Dias Alfadeo dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta Ariella Diskorsia Prasasti dari Sekolah Vokasi. Kegiatan pengenalan perguruan tinggi dilaksanakan dalam beberapa sesi, masing-masing pada 14 Januari 2026 untuk Kelas XII Putri, 20 Januari 2026 untuk Kelas XI dan XII Putra, serta 21 Januari 2026 untuk Kelas XI Putri.
Dalam kegiatan ini, siswa diajak memahami pengertian perguruan tinggi, jenis-jenisnya, tantangan selama masa kuliah, hingga manfaat pendidikan tinggi bagi masa depan. Selain itu, disampaikan pula berbagai jalur masuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, sebagai bekal bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan setelah lulus.
Materi disampaikan secara kontekstual dengan menghadirkan contoh kasus lapangan sesuai bidang keilmuan masing-masing pemateri. Jonathan Dias Alfadeo menjelaskan peran ilmu akuntansi dalam pengelolaan keuangan dan dunia usaha. Singgih Baswani memaparkan penerapan ilmu hukum dalam kehidupan sehari-hari dan profesi di bidang hukum. Sementara itu, Ariella Diskorsia Prasasti mengenalkan bidang Teknologi Rekayasa Internet serta penerapannya dalam sistem digital dan jaringan.
Selain pengenalan dunia kampus, mahasiswa KKN juga menyelenggarakan sesi edukasi mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar AI, teknik prompting, serta uji coba penggunaan AI generatif melalui platform Gemini. Para siswa juga dibekali pemahaman mengenai potensi penyalahgunaan AI, khususnya dalam modus penipuan digital, serta cara mengenali dan mencegah agar tidak menjadi korban kejahatan berbasis teknologi.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi permainan edukatif. Siswa ditantang untuk menggambar ulang sebuah objek referensi di atas kertas, yang dipandu oleh Singgih Baswani dan Ariella Diskorsia Prasasti. Permainan ini bertujuan melatih kreativitas sekaligus menjadi pengantar pemanfaatan teknologi dalam aktivitas sederhana.
Untuk menunjukkan kecanggihan teknologi secara langsung, salah satu mahasiswa KKN menjalankan demonstrasi sistem berbasis AI menggunakan Google Colaboratory. Sistem tersebut memanfaatkan model deep learning VGG16 untuk memindai gambar karya siswa, mengekstraksi fitur visual, dan membandingkannya dengan gambar referensi menggunakan metode cosine similarity. Hasil analisis kemudian ditampilkan dalam bentuk skor kemiripan, sehingga siswa dapat melihat bagaimana teknologi AI bekerja dalam menilai sebuah gambar.
Demonstrasi teknologi ini dilaksanakan pada 20 Januari 2026 untuk Kelas XII Putri dan 21 Januari 2026 untuk Kelas XII Putra. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh gambaran tentang dunia perguruan tinggi, tetapi juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi mutakhir secara kritis dan bertanggung jawab.
Program kerja ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi siswa MA Roudlotul ‘Ulum untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi. (Ariel)
LINK FOTO LAINNYA
https://drive.google.com/drive/folders/1xOp1ZKGTcrJp-3-LCTBOv-YBfuRibrjn

Beri Komentar