Jumat, 23-10-2026
  • Selamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul Ulum
  • Selamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul UlumSelamat Datang di Website Madrasah Aliyah Roudlotul Ulum

CONTOH SOAL TKA B INDO PAKET 1

Diterbitkan : Rabu, 23 September 2026

PAKET 1
SOAL TKA SMA
BAHASA INDONESIA

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 1–3!
Di Desa Wonosari, lereng perbukitan yang dahulu hanya ditanami tanaman musiman kini mulai berubah wajah. Sejumlah warga mengembangkan agroforestri, yaitu pola pemanfaatan lahan yang memadukan pepohonan dengan tanaman pertanian dalam satu kawasan. Menurut para penyuluh, sistem tersebut tidak hanya membantu menjaga kesuburan tanah, tetapi juga mengurangi risiko longsor pada musim hujan. Pepohonan berakar kuat berfungsi menahan lapisan tanah, sedangkan tanaman semusim tetap memberikan hasil panen bagi masyarakat.
Perubahan itu tidak terjadi begitu saja. Bertahun-tahun sebelumnya, sebagian petani memilih menanam satu jenis tanaman secara terus-menerus karena dianggap lebih menguntungkan. Akan tetapi, kondisi tanah perlahan menurun kualitasnya. Saat musim hujan datang, aliran air membawa lapisan tanah yang subur ke bagian bawah lereng. Akibatnya, produktivitas lahan menurun dan biaya pemulihan tanah semakin besar. Keadaan tersebut mendorong kelompok tani mencari cara yang lebih berkelanjutan agar hasil pertanian tetap terjaga sekaligus lingkungan tidak semakin rusak.
Dalam berbagai pertemuan desa, para petani sering mendengar istilah gugur gunung. Bagi masyarakat setempat, istilah itu bukan sekadar ajakan bekerja bersama, melainkan juga mencerminkan semangat saling membantu demi kepentingan bersama. Melalui kegiatan tersebut, warga bergotong royong membuat saluran air, menanam bibit pohon, dan memperbaiki terasering yang rusak. Pekerjaan yang semula terasa berat dapat diselesaikan lebih cepat karena dilakukan secara bersama-sama.
Kini hasilnya mulai terlihat. Tanah di lereng lebih stabil, sumber mata air tetap mengalir pada musim kemarau, dan pendapatan warga meningkat karena hasil panen menjadi lebih beragam. Meskipun perubahan itu membutuhkan waktu yang tidak singkat, masyarakat menyadari bahwa menjaga kelestarian lahan merupakan investasi bagi generasi yang akan datang.

  1. Makna kata agroforestri dalam konteks bacaan tersebut adalah ….
    A. sistem pemanfaatan lahan yang memadukan pepohonan dan tanaman pertanian
    B. cara mengolah lahan pertanian dengan menggunakan peralatan modern secara terpadu
    C. kegiatan menanam berbagai jenis tanaman hutan untuk meningkatkan hasil produksi
    D. metode budidaya tanaman pangan yang dilakukan secara bergantian setiap musim
    E. teknik pemulihan lahan kritis melalui penanaman pohon pada kawasan perbukitan
  2. Berdasarkan konteks bacaan, istilah gugur gunung mengandung makna ….
    A. mengadakan kegiatan menanam pohon pada lahan yang mengalami kerusakan
    B. memindahkan hasil panen secara bersama menuju tempat penyimpanan desa
    C. mengumpulkan seluruh warga untuk membahas persoalan pertanian di desa
    D. membagi pekerjaan berdasarkan kemampuan setiap anggota kelompok tani
    E. bekerja bersama secara sukarela untuk mencapai kepentingan bersama
  3. Perhatikan kalimat berikut!
    “Keadaan tersebut mendorong kelompok tani mencari cara yang lebih berkelanjutan agar hasil pertanian tetap terjaga sekaligus lingkungan tidak semakin rusak.”
    Makna kata berkelanjutan pada kalimat tersebut adalah ….
    A. dilakukan dalam waktu yang lama agar hasil pertanian meningkat secara bertahap
    B. menghasilkan keuntungan yang lebih besar melalui pengelolaan lahan secara intensif
    C. memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat
    D. dapat berlangsung secara terus-menerus dengan tetap menjaga keberlangsungan lingkungan
    E. mempertahankan cara bertani yang telah digunakan oleh masyarakat sejak dahulu

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 4–6!
Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) mulai mengubah cara peserta didik memperoleh informasi. Berbagai aplikasi berbasis AI mampu membantu pengguna merangkum bacaan, menerjemahkan teks, hingga memberikan umpan balik terhadap hasil tulisan. Kemudahan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih cepat, tetapi sekaligus menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak menerima setiap informasi secara mentah.
Dalam dunia pendidikan, pemanfaatan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi tersebut dipandang sebagai asisten digital yang dapat membantu proses pembelajaran apabila digunakan secara bertanggung jawab. Guru tetap berperan membimbing peserta didik dalam menilai keakuratan informasi, mengembangkan penalaran, serta membangun karakter belajar yang mandiri.
Para peneliti pendidikan menilai bahwa kemampuan verifikasi, akurasi, dan literasi digital akan semakin penting pada masa mendatang. Ketiga kemampuan tersebut membantu peserta didik membedakan informasi yang didukung bukti dengan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, penggunaan AI perlu diimbangi dengan kemampuan mengevaluasi sumber informasi secara kritis.
4. Kalimat berikut memuat beberapa istilah yang digunakan dalam konteks ilmiah.
“Para peneliti pendidikan menilai bahwa kemampuan verifikasi, akurasi, dan literasi digital akan semakin penting pada masa mendatang.”
Penggunaan ketiga istilah tersebut bertujuan untuk ….
A. mempermudah pembaca memahami isi bacaan tanpa memerlukan penjelasan tambahan
B. menegaskan bahwa pembaca wajib menguasai seluruh istilah sebelum membaca teks
C. menunjukkan bahwa seluruh istilah ilmiah berasal dari bahasa asing yang diserap
D. memberikan ketepatan makna sesuai konteks kajian pendidikan dan teknologi
E. menggantikan kosakata umum agar teks terlihat lebih ilmiah dan meyakinkan
5. Pada paragraf kedua terdapat kalimat berikut.
“Teknologi tersebut dipandang sebagai asisten digital yang dapat membantu proses pembelajaran.”
Penggunaan ungkapan asisten digital dalam kalimat tersebut bertujuan untuk ….
A. menjelaskan bahwa AI memiliki tugas yang sama dengan tenaga pendidik di sekolah
B. menunjukkan bahwa semua kegiatan belajar akan dilakukan melalui teknologi digital
C. menggambarkan bahwa AI berfungsi membantu, bukan menggantikan peran guru
D. menerangkan bahwa AI mampu mengambil seluruh keputusan dalam pembelajaran
E. menunjukkan bahwa asisten digital memiliki fleksibilitas tinggi dalam menemani belajar.
6. Perhatikan kalimat berikut.
“Ketiga kemampuan tersebut membantu peserta didik membedakan informasi yang didukung bukti dengan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.”
Makna denotatif kata bukti pada kalimat tersebut adalah ….
A. keyakinan seseorang terhadap informasi yang dianggap sesuai dengan pengalamannya
B. penjelasan yang disampaikan oleh pihak tertentu untuk memperkuat suatu pendapat
C. data atau fakta yang dapat digunakan untuk mendukung kebenaran suatu informasi
D. alasan yang digunakan pembaca agar lebih mudah menerima sebuah informasi
E. pendapat para ahli yang dipercaya karena berasal dari lembaga yang terkenal

Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 7–10!
Pagi belum benar-benar datang ketika Raka sudah duduk di beranda. Kabut masih bergantung di sela-sela rumpun bambu, sementara embun menitik perlahan dari ujung daun talas di halaman. Di pangkuannya terletak sebuah kotak kayu kecil yang permukaannya mulai kusam dimakan usia. Ia mengusap tutup kotak itu berkali-kali, tetapi tak kunjung membukanya.
“Masih kau simpan?” tanya Nenek sambil meletakkan secangkir teh hangat di meja. Raka mengangguk. “Nanti sore mereka datang.”
Nenek tidak segera menjawab. Tatapannya justru mengikuti asap tipis yang mengepul dari cangkir. Setelah beberapa saat, ia berkata pelan, “Kalau memang sudah tiba waktunya, tidak semua yang kita jaga harus tetap tinggal di tangan kita.”
Raka tersenyum tipis, meskipun sorot matanya belum berubah. Sejak kecil ia mengenal kotak kayu itu sebagai tempat ayahnya menyimpan benih-benih padi lokal yang diwariskan turun-temurun. Ayah selalu berkata bahwa benih itu bukan sekadar untuk ditanam, melainkan untuk mengingatkan bahwa setiap panen lahir dari kesabaran.
Menjelang siang, halaman rumah mulai ramai. Beberapa orang datang membawa map, kamera, dan alat ukur. Mereka berbicara tentang pembangunan jalan baru yang akan melewati sebagian lahan milik warga. Raka berdiri di dekat pintu, sesekali memandang sawah yang menghampar di seberang rumah.
Seorang petugas menghampirinya. “Kami hanya ingin memastikan data kepemilikan tanah sudah sesuai.” Raka mengangguk pelan. Tangannya masih menggenggam kotak kayu itu.
Tak lama kemudian, Nenek berdiri di sampingnya. “Jalan memang memudahkan orang pergi,” katanya lirih, “tetapi jangan sampai membuat kita lupa dari mana kita pulang.”
Angin berembus pelan. Raka memandang jalan tanah yang sebentar lagi mungkin berubah menjadi hamparan aspal. Ia menarik napas panjang, lalu membuka kotak kayu itu untuk pertama kalinya pagi itu.
7. Kata itu pada kalimat “Ayah selalu berkata bahwa benih itu bukan sekadar untuk ditanam….” merujuk pada ….
A. kotak kayu yang telah disimpan sejak masa kecil Raka
B. sawah keluarga yang berada di seberang rumah Raka
C. lahan warga yang akan dilalui pembangunan jalan baru
D. warisan keluarga yang tersimpan di dalam rumah nenek
E. benih padi lokal yang diwariskan secara turun-temurun
8. Kalimat utama paragraf kelima adalah ….
A. Beberapa orang datang untuk mendata lahan terdampak pembangunan jalan.
B. Menjelang siang, halaman rumah tempat tinggal Raka mulai ramai.
C. Raka memandang sawah yang terbentang di seberang rumah dengan tenang.
D. Para petugas membawa map, kamera, dan alat ukur untuk bekerja.
E. Pembangunan jalan baru akan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat.
9. Perhatikan kalimat-kalimat berikut.
a) ayah menyimpan benih padi lokal;
b) benih diwariskan turun-temurun;
c) benih menjadi pengingat tentang kesabaran;
d) benih memiliki makna lebih dari sekadar bahan tanam.
Ide pokok yang paling tepat berdasarkan kalimat-kalimat tersebut adalah ….
A. Benih padi lokal diwariskan sebagai simbol nilai kehidupan antargenerasi.
B. Keluarga Raka mempertahankan cara bertani yang digunakan sejak dahulu.
C. Benih padi lokal memiliki kualitas yang lebih baik daripada benih modern.
D. Ayah Raka mengajarkan teknik menyimpan benih agar tidak cepat rusak.
E. Kesabaran menjadi syarat utama memperoleh hasil panen yang melimpah.
10. Pernyataan yang sesuai dengan isi cerita adalah ….
A. Petugas datang untuk memastikan data kepemilikan tanah terdampak pembangunan jalan.
B. Raka memutuskan menyerahkan seluruh benih kepada petugas yang datang ke rumahnya.
C. Nenek menolak rencana pembangunan jalan karena dianggap merugikan seluruh warga.
D. Kotak kayu peninggalan ayah telah lama diberikan kepada pemerintah desa sebagai arsip.
E. Jalan baru dipastikan akan dibangun tepat di halaman rumah tempat Raka tinggal.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 11–12!
Selama bertahun-tahun, banyak sekolah memandang halaman hanya sebagai ruang terbuka yang berfungsi untuk upacara atau kegiatan olahraga. Padahal, halaman sekolah memiliki potensi menjadi sarana belajar yang kaya pengalaman. Berbagai sekolah mulai memanfaatkan lahan kosong untuk membuat kebun edukasi, taman keanekaragaman hayati, hingga area pengomposan sederhana. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep lingkungan dari buku, tetapi juga mengamati prosesnya secara langsung.
Kebun sekolah, misalnya, dapat digunakan dalam berbagai mata pelajaran. Pada pelajaran IPA, peserta didik mengamati pertumbuhan tanaman dan hubungan antarmakhluk hidup. Dalam Matematika, hasil pengukuran tinggi tanaman atau luas bedeng dapat dijadikan bahan latihan pengolahan data. Sementara itu, pada pelajaran Bahasa Indonesia, peserta didik dapat menyusun laporan hasil observasi berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan.
Selain mendukung pembelajaran, kebun sekolah juga menumbuhkan rasa tanggung jawab. Peserta didik belajar merawat tanaman secara bergiliran, menjaga kebersihan lingkungan, dan bekerja sama menyelesaikan berbagai tugas. Pengalaman tersebut membantu membentuk kebiasaan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
11. Urutan informasi penting yang paling tepat berdasarkan isi teks adalah ….

A. pemanfaatan halaman sekolah → penerapan dalam pembelajaran → pembentukan karakter peserta didik
B. pembentukan karakter peserta didik → pengolahan data → pemanfaatan halaman sekolah
C. penggunaan kebun sekolah → kegiatan observasi → pembangunan fasilitas Pendidikan
D. pengamatan tanaman → pembelajaran IPA → pengelolaan kebun sekolah
E. penyediaan taman sekolah → kegiatan olahraga → pembentukan karakter peserta didik
12. Perhatikan informasi berikut.

  1. peserta didik melakukan pengamatan pertumbuhan tanaman
  2. peserta didik belajar bekerja sama
  3. hasil pengukuran digunakan sebagai bahan pengolahan data
  4. peserta didik menjaga kebersihan lingkungan
    Kelompok informasi yang membahas kegiatan pembelajaran, bukan pembentukan karakter, adalah ….
    A. (1) dan (2)
    B. (2) dan (3)
    C. (2) dan (4)
    D. (1) dan (3)
    E. (3) dan (4)

Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 13–16!
Kabut turun lebih cepat sore itu. Dari jendela rumah panggung, Damar memandang aliran sungai yang mulai berwarna keperakan diterpa cahaya senja. Perahu-perahu kecil sudah kembali ke tepian. Hanya suara dayung yang sesekali terdengar, memecah sunyi yang perlahan menyelimuti kampung.
Di atas meja tergeletak sebuah surat dengan cap pemerintah daerah. Sudah tiga kali Damar membacanya, tetapi isi surat itu tetap terasa berat. Tawaran menjadi pendamping pelatihan di kota terdengar seperti kesempatan yang selama ini diimpikannya. Namun, itu berarti ia harus meninggalkan sanggar baca yang baru setahun terakhir dirintis bersama anak-anak kampung.
Pintu berderit pelan. Lani, murid paling kecil di sanggar itu, masuk sambil membawa beberapa buku yang diikat dengan tali rafia.
“Kak, buku-bukunya sudah aku kembalikan.”
Damar tersenyum. “Cepat sekali selesai membacanya?”
Lani menggeleng.
“Belum. Tapi besok aku pinjam lagi. Ibu bilang buku itu harus bergantian dengan yang lain.”
Damar mengangguk. Tatapannya beralih ke rak buku yang sebagian besar sudah kusam. Beberapa sampul mulai terlepas, tetapi hampir semuanya dipenuhi catatan kecil dari anak-anak yang pernah meminjamnya. Ada yang menuliskan nama, ada yang menggambar bunga, bahkan ada yang menyelipkan daun kering sebagai pembatas halaman.
“Kalau Kakak jadi pergi,” tanya Lani pelan, “sanggar ini tetap buka, kan?”
Pertanyaan itu menggantung beberapa saat. Damar tidak segera menjawab. Ia justru mengambil sebuah buku cerita bergambar dari rak, membersihkan debu tipis di sampulnya, lalu menyerahkannya kepada Lani.
“Buku ini belum selesai kau baca.”
Lani menerima buku itu tanpa berkata apa-apa.
Di luar, langit semakin redup. Lampu-lampu rumah mulai menyala satu demi satu, memantulkan cahaya kekuningan di permukaan sungai. Damar melipat kembali surat itu dan memasukkannya ke dalam saku. Sebelum pintu ditutup, ia masih sempat memandang bangunan kecil di samping rumah—sanggar baca yang setiap sore dipenuhi tawa anak-anak.
13. Urutan peristiwa yang paling sesuai dengan perkembangan cerita adalah ….
A. Damar menerima surat → Lani mengembalikan buku → muncul pertanyaan tentang sanggar → Damar kembali menyimpan surat
B. Lani meminjam buku → Damar menerima surat → anak-anak datang ke sanggar → Damar berangkat ke kota
C. Damar membuka sanggar → pemerintah mengirim surat → Lani membaca buku → lampu-lampu mulai menyala
D. Surat pemerintah diterima → Damar langsung menolak tawaran → Lani datang → sanggar ditutup
E. Damar berbincang dengan Lani → membaca surat → memutuskan pindah ke kota → menutup pintu rumah
14. Bagian cerita yang menunjukkan awal munculnya konflik adalah ….
A. Damar memandang sungai dari jendela rumah panggung.
B. Damar membaca surat bertanda cap pemerintah daerah.
C. Lani mengembalikan buku yang telah dipinjamnya.
D. Lampu-lampu rumah mulai menyala di tepi sungai.
E. Damar menyerahkan buku cerita kepada Lani.
15. Bagian teks yang paling kuat menunjukkan latar waktu adalah ….
A. Perahu-perahu kecil kembali ke tepian sungai.
B. Rak buku dipenuhi catatan kecil para pembaca.
C. Sanggar baca berada di samping rumah.
D. Surat itu telah dibaca sebanyak tiga kali.
E. Kabut turun lebih cepat sore itu.
16. Bagian teks yang paling tepat dijadikan dasar untuk menyimpulkan latar utama cerita adalah ….
A. Rumah panggung di tepi sungai dengan sebuah sanggar baca di sampingnya.
B. Kota yang menjadi tempat pelatihan bagi para pendamping literasi.
C. Gedung pemerintah daerah yang mengirimkan surat penawaran.
D. Perpustakaan umum tempat anak-anak meminjam buku cerita.
E. Sekolah dasar yang menjadi lokasi kegiatan membaca bersama.

Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 17–18!
Hujan baru saja berhenti ketika Bima tiba di balai desa. Bau tanah basah masih terasa, bercampur dengan aroma kayu yang lembap. Di sudut ruangan, beberapa kardus berisi buku tampak menumpuk. Sebagian masih terikat tali plastik, sebagian lagi sudah terbuka. Relawan yang datang sejak pagi sibuk menempelkan label pada setiap kardus sesuai tujuan pengiriman.
“Yang untuk Dusun Sumberrejo sudah lengkap?” tanya seorang koordinator.
“Masih kurang lima belas buku cerita,” jawab relawan lain.
Bima membuka daftar inventaris di tangannya. Ia menghitung ulang jumlah buku satu per satu. Setelah beberapa saat, ia menoleh ke arah rak di sisi ruangan.
“Di rak itu masih ada dua puluh buku yang belum dicatat.”
Seorang relawan tersenyum.
“Tidak usah dihitung lagi. Selisih sedikit tidak akan ada yang tahu.”
Bima tidak segera menjawab. Ia mengambil buku-buku di rak itu, mencocokkannya dengan daftar, lalu menambahkan jumlahnya pada lembar inventaris.
“Kalau hari ini kita menganggap selisih kecil tidak penting,” katanya pelan, “besok kita akan sulit menjelaskan ketika jumlahnya benar-benar tidak sesuai.”
Ruangan kembali hening. Relawan tadi mengangguk, lalu membantu menghitung ulang seluruh kardus. Pekerjaan memang selesai lebih lambat dari rencana, tetapi ketika truk pengangkut berangkat menjelang sore, semua kardus telah diberi label sesuai jumlah isinya.
Sebelum pulang, koordinator menghampiri Bima.
“Terima kasih. Mungkin tadi kita kehilangan sedikit waktu.”
Bima tersenyum.
“Lebih baik kehilangan beberapa menit daripada kehilangan kepercayaan.”
17. Karakter Bima yang paling tepat disimpulkan berdasarkan keseluruhan cerita adalah ….
A. teliti dan menjunjung tanggung jawab dalam setiap pekerjaan
B. percaya diri dan mampu memimpin seluruh kegiatan di balai desa
C. disiplin karena selalu datang lebih awal dibandingkan relawan lain
D. tegas dalam memberi perintah kepada setiap anggota kelompok
E. rendah hati karena tidak mengharapkan pujian atas pekerjaannya
18. Apabila pada kegiatan berikutnya kembali ditemukan perbedaan jumlah buku, tindakan yang paling konsisten dengan sikap Bima adalah ….
A. menyerahkan pemeriksaan kepada koordinator agar pekerjaan lebih cepat selesai
B. mengirim seluruh buku terlebih dahulu, kemudian memperbaiki data setelahnya
C. membiarkan selisih kecil selama tidak memengaruhi jumlah kardus yang dikirim
D. memeriksa kembali data dan jumlah buku sebelum pengiriman dilakukan
E. meminta relawan lain menentukan langkah yang dianggap paling praktis

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 19–24!
Membangun Kebiasaan Membaca di Era Digital
Kemudahan memperoleh informasi melalui internet telah mengubah cara masyarakat membaca. Berbagai artikel, berita, dan media sosial dapat diakses hanya dalam hitungan detik. Di satu sisi, kondisi tersebut memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pengetahuan. Di sisi lain, kebiasaan membaca secara mendalam mulai berkurang karena sebagian orang lebih sering berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya tanpa benar-benar memahami isi bacaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian banyak pendidik. Mereka menilai bahwa kemampuan membaca bukan hanya berkaitan dengan kecepatan menemukan informasi, tetapi juga kemampuan memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi isi bacaan. Oleh sebab itu, kegiatan membaca perlu dibiasakan melalui berbagai cara, misalnya menyediakan waktu membaca mandiri, mendiskusikan isi bacaan, serta menuliskan kembali gagasan utama yang diperoleh setelah membaca.
Namun demikian, membangun kebiasaan membaca tidak cukup hanya dengan menyediakan banyak buku. Lingkungan yang mendukung, keteladanan dari orang dewasa, serta kesempatan berdiskusi memiliki peran yang sama pentingnya. Peserta didik yang terbiasa melihat orang di sekitarnya membaca cenderung memiliki minat baca yang lebih baik dibandingkan mereka yang hanya memperoleh anjuran untuk membaca.
Pada akhirnya, keberhasilan membangun budaya membaca bergantung pada kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Membaca bukan sekadar kegiatan untuk menambah informasi, melainkan proses membangun kemampuan berpikir yang akan bermanfaat sepanjang hayat.
19. Pernyataan yang merupakan opini dalam teks adalah ….
A. membaca adalah proses membangun kemampuan berpikir yang bermanfaat seumur hidup
B. lingkungan yang mendukung berperan dalam membentuk kebiasaan membaca
C. berbagai artikel dan berita dapat diakses melalui internet dalam hitungan detik
D. kegiatan membaca dapat dilakukan melalui penyediaan waktu membaca mandiri
E. peserta didik dapat mendiskusikan isi bacaan setelah selesai membaca
20. Tujuan utama penulis menyajikan teks tersebut adalah ….
A. membandingkan kelebihan membaca buku cetak dengan membaca melalui internet
B. menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan membaca secara konsisten di era digital
C. mengajak pembaca membatasi penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari
D. mengkritik rendahnya minat baca masyarakat akibat penggunaan media sosial
E. melaporkan hasil penelitian tentang kebiasaan membaca peserta didik
21. Perhatikan kalimat berikut.
“Mereka menilai bahwa kemampuan membaca bukan hanya berkaitan dengan kecepatan menemukan informasi, tetapi juga kemampuan memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi isi bacaan.”
Fungsi kalimat tersebut dalam paragraf adalah ….
A. memperkenalkan topik baru yang akan dibahas pada paragraf berikutnya
B. memberikan contoh kegiatan membaca yang dapat diterapkan di sekolah
C. menyampaikan simpulan akhir mengenai budaya membaca Masyarakat
D. membandingkan kemampuan membaca masyarakat pada masa lalu dan sekarang
E. menjelaskan alasan kebiasaan membaca perlu dibangun melalui berbagai kegiatan
22. Konjungsi “Namun demikian” pada awal paragraf ketiga menunjukkan hubungan antargagasan berupa ….
A. penambahan informasi yang memperluas pembahasan pada paragraf sebelumnya
B. pertentangan terhadap anggapan bahwa penyediaan buku saja sudah memadai
C. penegasan kembali mengenai manfaat membaca bagi peserta didik
D. urutan langkah yang harus dilakukan untuk membangun budaya membaca
E. hubungan sebab-akibat antara internet dan rendahnya minat baca
23. Simpulan yang paling sesuai dengan isi teks adalah ….
A. Internet menyebabkan masyarakat tidak lagi memerlukan kebiasaan membaca buku secara mendalam.
B. Penyediaan buku merupakan faktor yang paling menentukan keberhasilan budaya membaca.
C. Budaya membaca tumbuh melalui kebiasaan yang konsisten serta dukungan lingkungan yang mendukung.
D. Kemampuan membaca hanya diperlukan oleh peserta didik selama mengikuti pendidikan formal.
E. Kecepatan memperoleh informasi menjadi ukuran utama kemampuan membaca pada era digital.
24. Kerangka isi yang paling tepat untuk menggambarkan organisasi teks adalah ….
A. perubahan kebiasaan → makna membaca → faktor pendukung → penegasan urgensi konsistensi
B. perkembangan teknologi → dampak media sosial → penelitian membaca → solusi teknologi
C. pengertian membaca → jenis bacaan → manfaat perpustakaan → budaya literasi
D. penyebab rendahnya minat baca → data penelitian → kritik terhadap sekolah → simpulan
E. sejarah internet → perkembangan media digital → kebiasaan masyarakat → penutup

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 25!
Petunjuk Menyimpan Beras agar Tetap Berkualitas
Agar kualitas beras tetap terjaga, simpanlah beras di dalam wadah yang bersih, kering, dan memiliki penutup rapat. Sebelum mengisi kembali persediaan beras, kosongkan seluruh isi wadah, lalu bersihkan bagian dalamnya dari sisa-sisa beras, debu, atau kotoran yang mungkin masih menempel. Setelah itu, pastikan wadah benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Simpan wadah di tempat yang sejuk, kering, serta tidak terkena sinar matahari secara langsung. Hindari mencampurkan beras lama dengan beras yang baru agar kualitas dan masa simpan beras tetap terjaga.
25. Apabila seseorang langsung mengisi kembali wadah penyimpanan tanpa membersihkannya terlebih dahulu, dampak yang paling mungkin terjadi menurut petunjuk tersebut adalah ….
A. persediaan beras menjadi lebih banyak sehingga sulit digunakan sesuai urutan penyimpanan
B. kualitas beras lebih cepat menurun karena sisa kotoran dapat memengaruhi penyimpanan
C. wadah penyimpanan menjadi lebih berat sehingga sulit dipindahkan ke tempat yang sejuk
D. aroma beras berubah karena terkena sinar matahari selama proses pengisian wadah
E. kelembapan udara meningkat akibat ukuran wadah tidak sesuai dengan jumlah beras

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 26–27!
Ketika hujan turun, tidak seluruh air langsung mengalir menuju sungai. Sebagian air meresap ke dalam tanah melalui pori-pori yang terdapat di permukaan. Proses tersebut disebut infiltrasi. Air yang berhasil meresap kemudian mengisi lapisan tanah dan menjadi cadangan air tanah yang dapat dimanfaatkan melalui sumur maupun mata air.
Kemampuan tanah menyerap air dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis tanah, banyaknya tumbuhan, dan kondisi permukaan lahan. Tanah yang tertutup beton atau aspal memiliki daya resap yang jauh lebih rendah dibandingkan tanah yang masih ditumbuhi vegetasi.
Semakin berkurang kemampuan tanah menyerap air, semakin besar pula volume air yang mengalir di permukaan. Oleh sebab itu, pembangunan ruang terbuka hijau menjadi salah satu upaya penting untuk membantu menjaga keseimbangan siklus air.
26. Informasi yang paling penting dalam memahami proses yang dijelaskan pada teks adalah ….
A. air hujan dapat dimanfaatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan sehari-hari
B. tanah memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan kandungan mineral penyusunnya
C. beton dan aspal digunakan sebagai bahan utama pembangunan berbagai fasilitas umum
D. ruang terbuka hijau dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beraktivitas bersama
E. infiltrasi adalah proses meresapnya air ke dalam tanah hingga menjadi cadangan air tanah
27. Perhatikan kalimat berikut.
“Semakin berkurang kemampuan tanah menyerap air, semakin besar pula volume air yang mengalir di permukaan.”
Maksud penulis menggunakan susunan kalimat tersebut adalah ….
A. menjelaskan bahwa seluruh air hujan akan berubah menjadi cadangan air tanah apabila hujan berlangsung lama
B. menegaskan hubungan yang berbanding lurus antara berkurangnya daya resap tanah dan meningkatnya aliran permukaan
C. menunjukkan bahwa setiap jenis tanah memiliki kemampuan menyerap air yang sama besar di semua wilayah
D. membandingkan kondisi tanah yang berada di daerah pegunungan dengan kawasan perkotaan
E. menyatakan bahwa pembangunan ruang terbuka hijau hanya diperlukan pada daerah yang sering mengalami banjir

Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 28–29!
Langit masih berwarna jingga ketika Mira selesai menata pot-pot bunga di depan rumah. Jalan kampung mulai ramai oleh suara anak-anak yang pulang mengaji. Dari kejauhan terdengar suara sepeda berhenti di depan pagar.
Ayah turun sambil membawa sebuah map cokelat.
“Mereka sudah memberi keputusan.”
Mira menghentikan tangannya.
“Jadi… kita benar-benar pindah?”
Ayah tidak langsung menjawab. Ia memandang halaman yang dipenuhi bunga kertas kesayangan ibu.
“Ayah sudah berusaha.”
Beberapa saat tidak ada yang berbicara.
“Tapi rumah ini….”
Kalimat Mira terhenti. Pandangannya beralih ke pohon mangga yang sejak kecil menjadi tempatnya bermain.
Ayah mendekat.
“Rumah boleh berganti, tetapi kenangan tidak akan ikut hilang.”
Mira menarik napas panjang, lalu mengangguk pelan.
28. Penggunaan tanda titik tiga (…) pada kalimat “Jadi… kita benar-benar pindah?” berfungsi untuk ….
A. menunjukkan keraguan dan tekanan batin sebelum tokoh mengungkapkan pertanyaan
B. menandai adanya bagian kalimat yang sengaja dihilangkan oleh penulis
C. memperlihatkan bahwa tokoh berbicara dengan suara yang tidak terdengar
D. menunjukkan perpindahan pembicaraan menuju topik yang berbeda
E. menyatakan bahwa tokoh lupa terhadap kalimat yang akan diucapkannya
29. Kalimat langsung yang paling menunjukkan konflik utama dalam cerita adalah ….
A. “Ayah sudah berusaha.”
B. “Ayah sudah memberi keputusan.”
C. “Jadi… kita benar-benar pindah?”
D. “Rumah boleh berganti, tetapi kenangan tidak akan ikut hilang.”
E. “Langit masih berwarna jingga ketika Mira selesai menata bunga.”
30. Bacalah kedua teks berikut!
Teks 1
Banyak sekolah mulai mengembangkan program kewirausahaan agar peserta didik memperoleh pengalaman mengelola usaha sederhana. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar menyusun rencana usaha, mengatur keuangan, serta bekerja sama dalam sebuah tim.
Teks 2
Keberhasilan program kewirausahaan tidak hanya ditentukan oleh keuntungan yang diperoleh. Proses belajar mengambil keputusan, menghadapi risiko, dan mengevaluasi hasil usaha justru menjadi pengalaman yang paling berharga bagi peserta didik.
Paragraf yang paling tepat ditempatkan sebelum kedua teks tersebut adalah ….
A. Kemampuan berwirausaha menjadi salah satu keterampilan yang perlu dikembangkan sejak usia sekolah. Oleh karena itu, berbagai satuan pendidikan mulai merancang kegiatan yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman nyata.
B. Perkembangan perdagangan elektronik menyebabkan masyarakat semakin mudah membeli berbagai kebutuhan tanpa harus datang ke toko secara langsung. Perubahan tersebut memengaruhi pola konsumsi masyarakat di berbagai daerah.
C. Mata pelajaran ekonomi mempelajari berbagai kegiatan yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi barang maupun jasa dalam kehidupan sehari-hari.
D. Berbagai sekolah memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang berbeda sesuai dengan minat peserta didik dan ketersediaan sarana pendukung di lingkungan sekolah.
E. Peserta didik perlu memiliki kemampuan bekerja sama agar mampu menyelesaikan berbagai tugas kelompok secara lebih efektif.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 31–32!
Belajar Tidak Selalu Berarti Duduk Lebih Lama
Banyak orang menganggap bahwa semakin lama seseorang belajar, semakin besar pula peluangnya memperoleh hasil yang baik. Anggapan tersebut menyebabkan sebagian peserta didik rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan buku, bahkan mengurangi waktu tidur demi menyelesaikan seluruh materi. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa lamanya waktu belajar bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan memahami pelajaran.
Otak memerlukan jeda untuk mengolah informasi yang baru diterima. Ketika seseorang terus belajar tanpa istirahat yang cukup, kemampuan berkonsentrasi perlahan menurun. Informasi yang dipelajari memang tampak selesai dibaca, tetapi tidak seluruhnya tersimpan dengan baik dalam ingatan jangka panjang. Sebaliknya, belajar dengan jeda yang teratur memberi kesempatan bagi otak untuk memperkuat hubungan antarinformasi sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat kembali.
Prinsip tersebut mulai diterapkan di berbagai sekolah melalui pengelolaan waktu belajar yang lebih seimbang. Guru tidak lagi hanya memberikan tugas dalam jumlah banyak, tetapi juga mendorong peserta didik melakukan refleksi singkat setelah menyelesaikan suatu materi. Refleksi itu dapat berupa membuat ringkasan, menjelaskan kembali materi dengan kata-kata sendiri, atau mendiskusikannya bersama teman. Cara tersebut membantu peserta didik menyadari bagian yang sudah dipahami maupun konsep yang masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Namun, pengelolaan waktu belajar yang baik bukan berarti mengurangi kesungguhan dalam belajar. Justru sebaliknya, peserta didik dituntut lebih disiplin mengatur jadwal, menentukan prioritas, dan memanfaatkan waktu belajar secara efektif. Belajar menjadi bukan sekadar kegiatan menghabiskan waktu, melainkan proses membangun pemahaman secara bertahap.
Pada akhirnya, keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh banyaknya waktu yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas proses belajar yang dijalani. Peserta didik yang mampu mengenali cara belajarnya sendiri cenderung lebih mudah menyesuaikan strategi ketika menghadapi materi yang semakin kompleks.
31. Ide pokok paragraf ketiga dapat disimpulkan sebagai berikut ….
A. Sekolah mulai menerapkan strategi belajar yang menekankan kualitas proses melalui kegiatan refleksi.
B. Guru mulai mengurangi jumlah tugas agar peserta didik memiliki waktu belajar yang lebih seimbang.
C. Refleksi setelah belajar membantu peserta didik mengenali bagian materi yang belum dipahami.
D. Berbagai bentuk kegiatan refleksi dapat diterapkan untuk memperkuat pemahaman peserta didik.
E. Pengelolaan waktu belajar dilakukan melalui perpaduan kegiatan belajar dan diskusi bersama.
32. Berdasarkan keseluruhan isi bacaan, maksud utama penulis adalah ….
A. mengingatkan peserta didik agar tidak mengurangi waktu istirahat ketika menghadapi banyak tugas sekolah
B. menjelaskan bahwa refleksi belajar merupakan metode yang paling efektif diterapkan pada semua mata Pelajaran
C. mengajak pembaca memahami bahwa keberhasilan belajar lebih ditentukan oleh kualitas strategi daripada lamanya waktu belajar
D. menunjukkan bahwa sekolah sebaiknya membatasi jumlah tugas agar peserta didik tidak mengalami kelelahan
E. meyakinkan pembaca bahwa pengaturan jadwal belajar akan selalu menghasilkan prestasi yang lebih tinggi

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 33–36!
Embun belum sepenuhnya menghilang ketika Arga menyusuri jalan setapak menuju rumah Mbah Wiryo. Di kanan-kiri jalan, hamparan sawah mulai menghijau. Beberapa petani telah berada di pematang, sementara suara alu yang menumbuk padi sesekali terdengar dari kejauhan.
Di serambi rumah kayu itu, Mbah Wiryo sedang mengikat bilah-bilah bambu menjadi rangka caping.
“Datang juga akhirnya,” katanya tanpa mengangkat kepala.
Arga tersenyum tipis. Sudah hampir dua tahun ia merantau ke kota untuk kuliah. Liburan kali ini menjadi kesempatan pertama baginya pulang lebih lama.
“Caping masih dibuat, Mbah? Bukankah sekarang orang lebih banyak membeli yang dari pabrik?”
Tangan tua itu tetap bergerak.
“Kalau semua memilih yang mudah dibeli, siapa yang akan mengingat cara membuatnya?”
Arga terdiam.
Tak lama kemudian beberapa anak kecil datang membawa bambu yang baru dipotong.
“Mbah, ini bambunya.”
“Letakkan saja di belakang.”
Seorang anak bertanya, “Besok kami tetap belajar membuat caping, kan?”
Mbah Wiryo tersenyum.
“Kalau kalian masih mau belajar, Mbah juga masih mau mengajar.”
Arga memperhatikan wajah-wajah kecil itu. Tidak satu pun tampak dipaksa datang. Mereka justru saling berebut menunjukkan hasil anyaman yang dibuat minggu lalu.
Menjelang siang, seorang laki-laki bersepeda motor berhenti di depan rumah.
“Pak Wiryo,” katanya sambil menyerahkan sebuah map, “ada tawaran dari perusahaan. Mereka ingin membeli desain caping ini untuk diproduksi dalam jumlah besar.”
Mbah Wiryo membaca beberapa lembar kertas, lalu mengembalikannya.
“Terima kasih. Tapi saya belum bisa memberi jawaban.”
Laki-laki itu tampak heran.
“Kesempatan seperti ini belum tentu datang dua kali.”
“Saya tahu.”
“Lalu mengapa masih ragu?”
Mbah Wiryo memandang anak-anak yang sedang tertawa di halaman.
“Kalau nanti caping hanya menjadi barang yang diperjualbelikan, saya khawatir tidak ada lagi yang datang ke sini untuk belajar membuatnya.”
Perjalanan pulang terasa lebih sunyi bagi Arga. Sesampainya di rumah, ia membuka kembali laptop yang sejak pagi tidak disentuhnya. Ia mulai menuliskan satu per satu cerita Mbah Wiryo, cara memilih bambu, teknik menganyam, hingga alasan mengapa setiap anak harus mencoba membuat caping sendiri sebelum membawanya pulang.
Di luar jendela, angin sore menggerakkan pucuk-pucuk padi. Arga menutup layar laptop sejenak. Baru kali itu ia menyadari bahwa ada warisan yang tidak dapat disimpan hanya di dalam lemari, tetapi harus terus dikerjakan agar tetap hidup.
33. Nilai yang paling dominan dalam cerita tersebut adalah ….
A. memanfaatkan peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat
B. mengutamakan pendidikan formal sebagai bekal menghadapi perubahan zaman
C. mengembangkan usaha kerajinan agar mampu bersaing dengan produk pabrikan
D. menghargai pendapat setiap orang sebelum mengambil keputusan Bersama
E. melestarikan pengetahuan dan keterampilan sebagai warisan antargenerasi
34. Konflik utama yang berkembang dalam cerita adalah ….
A. perbedaan pendapat antara Arga dan anak-anak mengenai manfaat belajar menganyam caping
B. pertentangan antara menjaga pewarisan keterampilan dan memanfaatkan peluang komersial
C. keinginan Arga meninggalkan kampung yang tidak disetujui oleh Mbah Wiryo
D. persaingan para perajin caping dengan produsen kerajinan dari luar daerah
E. penolakan masyarakat terhadap penggunaan caping buatan pabrik dalam kegiatan bertani
35. Berdasarkan percakapan antartokoh, latar sosial yang paling tepat disimpulkan adalah ….
A. warga kampung menggantungkan seluruh penghasilannya dari penjualan kerajinan bambu
B. anak-anak diwajibkan mengikuti pelatihan membuat caping oleh pemerintah desa
C. perajin tradisional mengalami persaingan yang tidak sehat dengan pelaku industri modern
D. masyarakat memiliki hubungan yang akrab dan menghargai proses belajar antargenerasi
E. hubungan antara orang tua dan anak dibangun melalui aturan yang bersifat sangat ketat
36. Latar budaya yang tergambar dalam cerita tersebut adalah ….
A. pewarisan keterampilan tradisional dilakukan melalui praktik langsung dalam kehidupan masyarakat
B. masyarakat banyak yang lebih memilih menggunakan peralatan tradisional daripada teknologi modern
C. kegiatan bertani pada masa kini masih dilakukan dengan cara yang sama seperti pada masa lampau
D. hasil kerajinan bambu diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar local, nasional, dan internasional
E. seluruh anggota masyarakat memiliki kewajiban yang sama yaitu menjadi perajin sejak usia dini

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 37–40!
Hujan turun sejak menjelang magrib. Tetes-tetesnya memantul di permukaan jalan yang mulai lengang. Di teras rumah, Nara duduk sambil memandangi sebuah kotak kayu berukir yang baru saja ia ambil dari loteng.
Kotak itu pernah menjadi tempat ayahnya menyimpan berbagai benda kecil: tiket kereta yang sudah pudar, potongan peta perjalanan, kartu pos dari kota-kota yang pernah dikunjungi, dan sebuah buku catatan bersampul cokelat. Setelah ayah meninggal dua tahun lalu, kotak itu tidak pernah lagi dibuka.
Dengan hati-hati Nara membuka buku catatan tersebut. Di halaman pertama hanya tertulis sebuah kalimat.
“Perjalanan yang paling jauh bukan menuju tempat yang belum pernah didatangi, melainkan menuju diri sendiri.”
Nara tersenyum tipis. Kalimat itu mengingatkannya pada kebiasaan ayah yang selalu menuliskan sesuatu setiap kali pulang dari bepergian.
Ia membalik halaman berikutnya. Tidak ada cerita panjang. Hanya potongan-potongan peristiwa.
“Hari ini aku gagal meyakinkan seorang petani agar menanam bibit baru. Barangkali aku terlalu sibuk menjelaskan, tetapi lupa mendengarkan.”
Pada halaman lain tertulis,
“Seorang anak kecil memberiku segelas air ketika aku tersesat. Ia tidak bertanya siapa aku. Kadang-kadang kebaikan memang tidak memerlukan alasan.”
Nara terus membaca hingga larut malam. Anehnya, semakin banyak halaman yang dibaca, semakin sedikit cerita tentang tempat-tempat yang dikunjungi. Sebagian besar justru berisi hal-hal sederhana: meminta maaf kepada seorang teman lama, belajar menerima penolakan, atau mengakui kesalahan sendiri.
Tanpa disadari, telepon genggam di sampingnya berkali-kali bergetar. Sejak siang beberapa rekan kerja mengirim pesan agar Nara segera membalas surel penting yang berkaitan dengan promosi jabatan. Ia memandang layar itu beberapa saat, lalu mematikannya kembali.
Keesokan paginya, sebelum berangkat ke kantor, Nara menemui ibunya di dapur.
“Bu,” katanya pelan, “akhir pekan nanti aku ingin ikut Ibu ke desa.”
Ibunya menoleh heran.
“Untuk apa?”
“Aku ingin bertemu Pak Sastro.”
“Lho, bukankah kalian sudah lama tidak berhubungan?”
Nara mengangguk.
“Dulu Ayah pernah bilang, beliau orang pertama yang mengajarinya bekerja. Aku baru sadar, selama ini aku lebih sering mengejar tujuan berikutnya daripada berterima kasih kepada orang-orang yang pernah membantu sampai di titik ini.”
Ibunya tersenyum. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia melihat wajah anaknya tampak lebih tenang daripada biasanya.
37. Perubahan sikap Nara setelah membaca buku catatan ayah menunjukkan bahwa ia merupakan pribadi yang ….
A. lebih mengutamakan urusan keluarga daripada tanggung jawab terhadap pekerjaannya
B. cenderung menghindari tantangan baru yang berkaitan dengan perkembangan karier
C. terbuka terhadap refleksi diri dan bersedia memperbaiki cara memandang kehidupan
D. mudah dipengaruhi oleh pengalaman orang lain dalam mengambil setiap keputusan
E. memiliki kebiasaan menunda pekerjaan demi memenuhi keinginan pribadinya
38. Sudut pandang yang digunakan penulis dalam cerita tersebut adalah ….
A. orang pertama pelaku utama karena tokoh menceritakan seluruh pengalaman hidupnya sendiri
B. orang pertama pelaku sampingan karena tokoh utama diamati oleh tokoh lain dalam cerita
C. orang ketiga pengamat karena pengarang hanya menyampaikan tindakan tanpa isi pikiran tokoh
D. orang ketiga serba tahu karena pengarang menggambarkan tindakan dan keadaan batin tokoh
E. campuran orang pertama dan orang ketiga karena dialog menggunakan kata ganti yang berbeda
39. Nilai moral yang paling kuat disampaikan melalui cerita tersebut adalah ….
A. seseorang perlu mengutamakan hubungan keluarga dibandingkan pencapaian karier dalam setiap keadaan
B. keberhasilan akan lebih bermakna apabila disertai kesadaran menghargai orang lain dan belajar dari pengalaman
C. pengalaman masa lalu hendaknya disimpan sebagai kenangan tanpa perlu memengaruhi keputusan masa kini
D. setiap orang sebaiknya menolak promosi jabatan apabila masih memiliki urusan pribadi yang belum selesai
E. perjalanan hidup seseorang sepenuhnya ditentukan oleh bantuan yang diberikan orang-orang di sekitarnya
40. Pesan yang paling tepat disimpulkan dari cerita tersebut adalah ….
A. Kesempatan meraih jabatan sebaiknya ditunda sampai seluruh urusan keluarga dapat diselesaikan dengan baik.
B. Catatan perjalanan merupakan cara terbaik untuk menyimpan seluruh pengalaman hidup seseorang.
C. Kebaikan yang dilakukan orang lain akan selalu memperoleh balasan yang setimpal pada masa mendatang.
D. Perjalanan ke berbagai tempat akan membentuk kepribadian seseorang secara lebih cepat daripada pendidikan.
E. Luangkan waktu untuk mengenali diri sendiri dan menghargai setiap orang yang pernah memberi arti dalam perjalanan hidup.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 41–44!
Kota yang Semakin Panas
Dalam beberapa tahun terakhir, suhu udara di berbagai kota besar cenderung meningkat. Banyak orang menganggap keadaan tersebut semata-mata disebabkan oleh perubahan iklim global. Padahal, kondisi lingkungan perkotaan juga memiliki pengaruh yang tidak kalah besar. Bertambahnya bangunan bertingkat, berkurangnya ruang terbuka hijau, serta dominasi permukaan beton dan aspal membuat panas matahari lebih lama tersimpan di lingkungan kota.
Permukaan yang tertutup beton dan aspal menyerap energi panas pada siang hari, kemudian melepaskannya kembali secara perlahan pada malam hari. Akibatnya, suhu udara tetap terasa tinggi meskipun matahari telah terbenam. Kondisi ini dikenal sebagai urban heat island atau pulau panas perkotaan. Fenomena tersebut dapat menyebabkan kebutuhan energi untuk pendingin ruangan meningkat, sekaligus memperbesar risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi.
Fenomena pulau panas perkotaan tidak berarti setiap pembangunan harus dihentikan. Kota tetap memerlukan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberadaan pepohonan, taman kota, atap hijau (green roof), dan permukaan yang mampu menyerap air dapat membantu menurunkan suhu lingkungan. Upaya tersebut juga memberikan manfaat lain, seperti memperbaiki kualitas udara dan mengurangi limpasan air hujan.
Dengan demikian, upaya menghadapi peningkatan suhu perkotaan memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Perubahan iklim memang berpengaruh terhadap kenaikan suhu, tetapi pengelolaan lingkungan kota tetap menjadi faktor yang dapat dikendalikan melalui perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.
41. Hubungan sebab-akibat yang paling tepat antara kalimat kedua dan ketiga pada paragraf kedua adalah ….
A. Suhu udara yang tinggi pada malam hari menyebabkan beton dan aspal menyerap lebih banyak panas pada siang hari.
B. Fenomena pulau panas perkotaan mengakibatkan permukaan beton menyimpan energi panas lebih lama.
C. Beton dan aspal melepaskan panas secara perlahan sehingga suhu udara tetap tinggi pada malam hari.
D. Peningkatan suhu udara menyebabkan semakin banyak permukaan kota ditutupi beton dan aspal.
E. Kebutuhan pendingin ruangan yang meningkat mengakibatkan suhu lingkungan perkotaan semakin tinggi.
42. Hubungan antara paragraf kedua dan paragraf ketiga dapat dijelaskan sebagai berikut ….
A. Paragraf kedua menjelaskan sejarah munculnya fenomena, sedangkan paragraf ketiga membandingkannya dengan kondisi masa kini.
B. Paragraf kedua berisi pendapat penulis, sedangkan paragraf ketiga menyajikan data hasil penelitian.
C. Paragraf kedua menguraikan proses alam, sedangkan paragraf ketiga menjelaskan dampak perubahan iklim global.
D. Paragraf kedua memaparkan penyebab dan dampak suatu fenomena, sedangkan paragraf ketiga menjelaskan upaya mengatasinya.
E. Paragraf kedua membahas pembangunan kota, sedangkan paragraf ketiga menguraikan manfaat teknologi pendingin udara.
43. Pernyataan yang merupakan bentuk generalisasi berdasarkan isi teks adalah ….
A. Kota-kota besar di setiap negara mengalami suhu udara yang sama tinggi sepanjang tahun.
B. Pengelolaan lingkungan perkotaan berperan penting dalam mengurangi peningkatan suhu kota.
C. Seluruh bangunan bertingkat menjadi penyebab utama kenaikan suhu di kawasan perkotaan.
D. Pembangunan kawasan perkotaan selalu mengakibatkan kerusakan lingkungan yang permanen.
E. Perubahan iklim global tidak memiliki pengaruh terhadap peningkatan suhu di wilayah perkotaan.
44. Manakah ilustrasi berikut yang paling sesuai dengan pola hubungan analogi yang dibangun penulis dalam teks?
A. Tubuh manusia memerlukan olahraga dan pola makan sehat agar tetap bugar; demikian pula kota memerlukan ruang hijau dan pengelolaan lingkungan agar tetap nyaman dihuni.
B. Kendaraan yang digunakan setiap hari dapat dipastikan akan lebih cepat rusak apabila tidak pernah dicuci secara teratur di tempat ccui mobil profesional.
C. Tanaman yang disiram secara berlebihan kemungkinan akan mengalami pembusukan pada bagian akar lebih cepat dua kali lipat.
D. Seorang siswa pasti akan memperoleh nilai tinggi karena belajar lebih lama dibandingkan teman-temannya yang malas belajar.
E. Air sungai di seluruh dunia akan meluap ketika hujan turun terus-menerus selama beberapa hari tanpa henti sehingga banjir tidak dapat dihindari.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 45–48!
Belajar dari Kesalahan dalam Proses Inovasi
Dalam banyak bidang, inovasi sering dipahami sebagai hasil dari ide-ide baru yang langsung berhasil diterapkan. Anggapan tersebut membuat sebagian orang enggan mencoba sesuatu yang berbeda karena khawatir mengalami kegagalan. Padahal, berbagai inovasi justru lahir melalui serangkaian percobaan yang tidak selalu memberikan hasil sesuai harapan.
Dalam penelitian ilmiah, misalnya, hasil yang tidak sesuai dugaan tetap memiliki nilai penting. Kegagalan suatu percobaan dapat menunjukkan bahwa suatu pendekatan kurang tepat sehingga peneliti dapat menyusun strategi baru yang lebih efektif. Dengan demikian, setiap percobaan, baik yang berhasil maupun yang belum berhasil, memberikan informasi yang berguna bagi proses pengembangan pengetahuan.
Prinsip serupa juga tampak dalam dunia usaha dan pendidikan. Banyak wirausahawan mengubah strategi usahanya setelah memperoleh umpan balik dari pelanggan. Demikian pula peserta didik yang menelaah kembali kesalahan dalam pekerjaannya umumnya lebih mampu memperbaiki pemahaman dibandingkan mereka yang hanya berfokus pada nilai akhir. Dalam kedua situasi tersebut, kesalahan tidak dipandang sebagai akhir dari proses, melainkan sebagai sumber informasi untuk melakukan perbaikan.
Oleh karena itu, membangun budaya yang menghargai proses belajar menjadi sama pentingnya dengan menghargai hasil yang dicapai. Lingkungan yang memberi ruang untuk mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki kesalahan akan mendorong lahirnya individu yang lebih adaptif dalam menghadapi perubahan.
45. Hubungan antara paragraf pertama dan paragraf berikutnya dibangun dengan cara ….
A. mengembangkan pernyataan umum melalui contoh dan penalaran yang memperkuat gagasan utama
B. membandingkan dua pandangan yang sama kuat agar pembaca menentukan kesimpulannya sendiri
C. menyajikan sejumlah data penelitian yang sahih dan terpercaya untuk membantah seluruh isi paragraf pembuka
D. menguraikan bagaimana sejarah perkembangan inovasi dari masa ke masa sejak awal hingga kondisi saat ini
E. mempersempit pembahasan dari hal yang umum di berbagai bidang menjadi uraian tentang penelitian ilmiah semata
46. Apabila paragraf kedua dihilangkan, dampak yang paling mungkin terjadi terhadap organisasi teks adalah ….
A. hubungan logis antara gagasan umum dan contoh penerapannya menjadi kurang utuh
B. simpulan penulis berubah karena seluruh argumen utama telah dihilangkan
C. paragraf ketiga menjadi pembuka yang lebih efektif dibandingkan paragraf pertama
D. pembaca akan lebih mudah memahami alasan pentingnya budaya belajar dari kesalahan
E. isi paragraf terakhir menjadi bertentangan dengan gagasan pada paragraf pertama
47. Kalimat berikut terdapat pada akhir paragraf ketiga.
“Dalam kedua situasi tersebut, kesalahan tidak dipandang sebagai akhir dari proses, melainkan sebagai sumber informasi untuk melakukan perbaikan.”
Fungsi kalimat tersebut adalah ….
A. menegaskan kembali hasil penalaran yang dibangun melalui contoh-contoh sebelumnya
B. memperkenalkan topik baru yang akan dijelaskan pada paragraf berikutnya
C. membatasi pembahasan agar hanya berlaku pada dunia pendidikan formal
D. membandingkan manfaat inovasi dengan keberhasilan dalam dunia usaha
E. menyimpulkan seluruh isi teks sebelum penulis mengemukakan pendapat akhir
48. Tujuan yang secara tersirat ingin dicapai penulis melalui teks tersebut adalah ….
A. membuktikan bahwa penelitian ilmiah selalu diawali oleh serangkaian kegagalan
B. mendorong pembaca mengubah persepsi kesalahan sebagai bagian dari proses belajar
C. menjelaskan bahwa dunia usaha lebih berhasil menerapkan inovasi daripada dunia Pendidikan
D. mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat
E. meyakinkan pembaca bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai melalui percobaan berulang
Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal 49–51!
Pagi itu halaman sekolah masih basah oleh embun. Di sudut taman, beberapa siswa sibuk menyiapkan stan pameran karya. Faris datang paling akhir. Ia membawa sebuah kotak karton yang tampak sudah beberapa kali diperbaiki dengan lakban bening.
“Maaf, agak terlambat,” katanya sambil tersenyum.
Raka menoleh sekilas.
“Kami kira kamu tidak jadi ikut.”
Faris hanya mengangguk. Ia membuka kotak itu perlahan. Di dalamnya tersusun beberapa miniatur jembatan yang dibuat dari stik es krim. Sebagian sambungannya terlihat tidak serapi karya siswa lain.
Ketika penilaian berlangsung, salah seorang juri berhenti cukup lama di depan meja mereka.
“Siapa yang membuat model ini?”
“Saya, Pak,” jawab Faris.
Juri mengangkat miniatur itu dengan hati-hati.
“Kenapa memilih desain seperti ini?”
Faris menarik napas.
“Karena bahan yang saya punya terbatas, Pak. Saya mencoba membuat rangka yang tetap kuat meskipun memakai stik yang ukurannya tidak sama.”
Juri tersenyum tipis.
“Saya mengerti.”
Setelah juri berlalu, Raka berbisik,
“Aku baru tahu ternyata kamu membuat semuanya sendiri.”
Faris tertawa kecil.
“Kalau menunggu semua serba sempurna, mungkin aku tidak pernah mulai.”
Menjelang pengumuman, karya Faris memperoleh penghargaan khusus untuk kategori inovasi. Beberapa siswa tampak terkejut. Namun, guru pembimbing hanya berkata singkat,
“Kadang-kadang yang paling berharga bukan hasil yang paling rapi, melainkan cara seseorang menemukan jalan ketika pilihannya terbatas.”
Raka menepuk bahu Faris.
“Ternyata selama ini aku melihat sampulnya saja.”
Faris hanya tersenyum. Baginya, penghargaan itu bukan akhir dari perjalanan. Ia justru sibuk mencatat beberapa saran juri untuk memperbaiki desain berikutnya.
49. Ungkapan “melihat sampulnya saja” pada akhir cerita bermakna bahwa Raka ….
A. lebih tertarik membaca penjelasan singkat daripada mengamati hasil karya
B. menganggap penampilan luar selalu mencerminkan kemampuan seseorang
C. belum sempat memahami seluruh proses pembuatan karya yang dipamerkan
D. lebih memperhatikan bentuk karya daripada isi penjelasan yang diberikan
E. menilai seseorang hanya berdasarkan kesan yang tampak di permukaan
50. Setelah memperoleh penghargaan, Faris justru mencatat saran dari juri. Tindakan tersebut menunjukkan bahwa Faris ….
A. ingin membuktikan bahwa penilaian juri masih dapat diperdebatkan melalui karya berikutnya
B. memandang penghargaan sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki kemampuannya
C. menganggap penghargaan hanya diberikan karena keterbatasan bahan yang digunakannya
D. khawatir penghargaannya menimbulkan kecemburuan di antara teman-temannya
E. merasa hasil karyanya belum layak untuk dipamerkan di hadapan peserta lain
51. Makna konotatif frasa “menemukan jalan ketika pilihannya terbatas” dalam ucapan guru adalah ….
A. keberhasilan menentukan arah perjalanan menuju tempat yang belum dikenal
B. usaha memilih bahan yang paling murah agar biaya pembuatan karya menjadi ringan
C. kebiasaan menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang berbeda dari aturan umum
D. kemampuan mencari solusi kreatif meskipun menghadapi berbagai keterbatasan
E. kesempatan memperoleh penghargaan melalui persaingan yang berlangsung secara adil

Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal 52–53!
Langit sore mulai memerah ketika Dita menutup pintu perpustakaan desa. Rak-rak buku telah kembali rapi setelah seharian dipenuhi anak-anak yang meminjam bacaan untuk liburan sekolah.
Di atas meja masih tergeletak sebuah map biru. Isinya adalah surat dari dinas yang menawarkan bantuan renovasi gedung perpustakaan. Namun, pada halaman terakhir tercantum satu syarat: perpustakaan harus dipindahkan ke gedung baru yang letaknya lebih dekat dengan jalan raya.
Dita melipat kembali surat itu.
“Kalau pindah ke sana, gedungnya memang lebih bagus,” ujar Pak Hasan, ketua RT yang sejak tadi membantunya merapikan ruangan.
Dita mengangguk pelan.
“Tapi anak-anak dari dusun seberang harus berjalan lebih jauh.”
Pak Hasan tidak langsung menjawab.
Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah tergesa-gesa. Tiga anak datang membawa buku yang dipinjam minggu lalu.
“Maaf, Kak. Kami terlambat mengembalikan.”
Dita tersenyum.
“Tidak apa-apa.”
Salah seorang anak menoleh ke arah jendela.
“Untung perpustakaannya dekat. Kalau jauh, mungkin kami jarang ke sini.”
Ucapan itu membuat Dita terdiam.
Malam harinya, ia membuka kembali peta desa yang tergantung di dinding rumah. Ia memberi tanda pada letak sekolah, permukiman warga, jalan utama, dan gedung yang ditawarkan sebagai lokasi baru. Setelah itu, ia mengambil selembar kertas kosong dan mulai menulis beberapa kemungkinan yang dapat diajukan pada rapat desa minggu depan.
52. Kelanjutan cerita yang paling logis adalah ….
A. Dita menyampaikan beberapa alternatif lokasi dalam rapat agar akses anak-anak tetap menjadi pertimbangan utama.
B. Dita segera menolak tawaran renovasi karena tidak ingin mengubah letak perpustakaan yang sudah ada.
C. Dita menerima seluruh isi proposal tanpa berdiskusi karena renovasi merupakan kesempatan yang langka.
D. Pak Hasan memutuskan sendiri lokasi perpustakaan baru sebelum rapat desa diselenggarakan.
E. Anak-anak meminta perpustakaan ditutup sementara sampai gedung baru selesai dibangun.
53. Apabila konflik dalam cerita diselesaikan sesuai sikap tokoh utama, penyelesaian yang paling mungkin adalah ….
A. perpustakaan dipindahkan seluruhnya ke gedung baru meskipun sebagian anak harus menempuh jarak lebih jauh
B. perpustakaan direnovasi melalui kesepakatan yang tetap memperhatikan kemudahan akses warga
C. bantuan renovasi dibatalkan agar tidak menimbulkan perbedaan pendapat di antara warga desa
D. kegiatan perpustakaan dihentikan sementara sampai pemerintah menyediakan gedung yang lebih luas
E. seluruh koleksi buku dipindahkan ke sekolah agar lebih mudah digunakan oleh peserta didik

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 54!
Menghidupkan Kembali Sungai Kota
Di banyak kota, sungai pernah menjadi pusat kehidupan masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, sungai juga menyediakan sumber air untuk berbagai kebutuhan. Namun, perkembangan kota yang berlangsung sangat cepat menyebabkan banyak sungai berubah fungsi. Tepian sungai dipenuhi bangunan, sementara sebagian aliran tertutup oleh timbunan sampah dan sedimentasi. Akibatnya, kemampuan sungai menampung air hujan menurun sehingga banjir lebih sering terjadi ketika curah hujan meningkat.
Berbagai pemerintah daerah kini mulai mengubah cara pandang terhadap sungai. Penanganan banjir tidak lagi hanya dilakukan dengan memperlebar saluran air atau membangun tanggul. Pendekatan yang lebih baru menempatkan sungai sebagai bagian dari ekosistem yang harus dipulihkan. Penanaman vegetasi di bantaran sungai, penyediaan ruang terbuka hijau, penataan permukiman, serta pengendalian limbah dilakukan secara bersamaan agar fungsi alami sungai dapat kembali bekerja.
Pendekatan tersebut memang memerlukan waktu yang lebih panjang dibandingkan pembangunan infrastruktur fisik semata. Akan tetapi, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sungai yang dipulihkan secara menyeluruh memiliki kemampuan lebih baik dalam menjaga kualitas air, mengurangi risiko banjir, sekaligus menyediakan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
54. Apabila penulis melanjutkan pembahasan secara runtut, paragraf berikutnya paling mungkin berisi ….
A. contoh penerapan pemulihan sungai di suatu daerah beserta hasil yang telah dicapai
B. sejarah terbentuknya sungai-sungai besar di Indonesia sejak masa prasejarah
C. perbandingan jenis-jenis sungai berdasarkan panjang aliran dan kedalamannya
D. penjelasan mengenai proses terjadinya hujan yang memengaruhi debit Sungai
E. uraian tentang teknik pembangunan bendungan untuk menghasilkan energi listrik

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 55-56!
Polusi Cahaya: Ancaman yang Tidak Selalu Tampak
Ketika membahas pencemaran lingkungan, sebagian besar orang langsung membayangkan asap kendaraan, limbah industri, atau sampah plastik. Padahal, ada bentuk pencemaran lain yang semakin mendapat perhatian para peneliti, yaitu polusi cahaya. Polusi cahaya terjadi ketika pencahayaan buatan digunakan secara berlebihan atau tidak terarah sehingga mengubah kondisi alami langit malam.
Di kawasan perkotaan, langit malam kini tampak jauh lebih terang dibandingkan beberapa dekade lalu. Lampu jalan, papan reklame digital, gedung bertingkat, hingga kawasan industri memancarkan cahaya sepanjang malam. Akibatnya, cahaya bintang semakin sulit terlihat, bahkan di malam yang cerah. Bagi sebagian orang, keadaan tersebut mungkin hanya mengurangi keindahan langit malam. Namun, bagi sejumlah makhluk hidup, dampaknya jauh lebih besar.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis burung migran menggunakan posisi bintang sebagai salah satu petunjuk arah ketika bermigrasi. Cahaya buatan yang berlebihan dapat mengganggu orientasi tersebut sehingga burung menyimpang dari jalur migrasinya atau bahkan mengalami kelelahan karena terbang lebih jauh. Selain itu, sejumlah serangga penyerbuk juga cenderung berkumpul di sekitar lampu sehingga aktivitas penyerbukan tanaman pada malam hari menjadi berkurang.
Mengurangi polusi cahaya bukan berarti mematikan seluruh lampu pada malam hari. Berbagai kota mulai menerapkan pencahayaan yang lebih terarah, menggunakan lampu berintensitas sesuai kebutuhan, serta mematikan pencahayaan dekoratif pada jam-jam tertentu. Langkah-langkah tersebut dinilai mampu menjaga keamanan lingkungan tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem.
55. Apabila suatu kota terus menambah pencahayaan malam tanpa pengaturan yang tepat, akibat yang paling mungkin terjadi menurut isi teks adalah ….
A. jumlah burung migran meningkat karena pencahayaan mempermudah mereka menemukan jalur perpindahan
B. aktivitas manusia pada malam hari menurun akibat berkurangnya kawasan yang memiliki penerangan memadai
C. kualitas udara perkotaan membaik karena penggunaan lampu mengurangi kebutuhan kendaraan bermotor
D. keseimbangan ekosistem malam semakin terganggu karena orientasi satwa dan proses penyerbukan ikut terpengaruh
E. masyarakat lebih mudah mengamati gugusan bintang karena langit malam menjadi tampak lebih terang
56. Penulis tidak pernah menyatakan bahwa kebijakan pencahayaan kota perlu dirancang secara cermat. Namun, alasan logis yang mendasari gagasan tersebut adalah ….
A. seluruh jenis satwa malam bergantung sepenuhnya pada kondisi langit yang benar-benar gelap sepanjang waktu
B. penggunaan lampu berintensitas tinggi merupakan penyebab utama meningkatnya pencemaran udara di perkotaan
C. pencahayaan yang dirancang sesuai kebutuhan dapat memenuhi fungsi keamanan sekaligus mengurangi dampak ekologis
D. pengurangan jumlah lampu jalan akan menghilangkan seluruh gangguan terhadap proses migrasi burung
E. pencahayaan dekoratif hanya memberikan manfaat bagi kawasan wisata sehingga tidak perlu dipertahankan

Bacalah petunjuk berikut untuk menjawab soal 57!
Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga
Seorang warga ingin mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos sederhana. Ia menyiapkan ember yang memiliki beberapa lubang kecil pada bagian bawah sebagai saluran udara. Setelah itu, ia memasukkan daun kering sebagai lapisan dasar. Sampah organik seperti sisa sayuran dan kulit buah kemudian dimasukkan secara bertahap sambil diselingi lapisan daun kering. Setiap beberapa hari sekali, campuran tersebut diaduk agar proses penguraian berlangsung merata. Apabila kondisi campuran terlalu kering, sedikit air dapat ditambahkan. Sebaliknya, apabila terlalu basah, daun kering perlu ditambahkan kembali. Proses tersebut dilakukan hingga bahan berubah menjadi kompos yang berwarna gelap, bertekstur remah, dan tidak lagi berbau menyengat.
57. Apabila setelah satu minggu campuran kompos mengeluarkan bau menyengat dan terlihat sangat basah, langkah yang paling tepat dilakukan adalah ….

A. menyiram campuran dengan air secukupnya agar proses pembusukan berlangsung lebih cepat
B. menutup rapat seluruh lubang udara pada ember supaya panas di dalam wadah tetap terjaga
C. menambahkan daun kering, kemudian mengaduk campuran agar kelembapannya kembali seimbang
D. memindahkan seluruh isi ember ke tempat terbuka agar proses pengeringan berlangsung lebih singkat
E. menghentikan proses pengomposan karena bahan organik telah mengalami pembusukan berlebihan

Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal 58–60!
Sudah hampir dua bulan Arga pulang lebih awal setiap hari Jumat. Bukan karena sekolah selesai lebih cepat, melainkan karena ia selalu menyempatkan diri singgah ke rumah Pak Wiryo, pensiunan pembuat jam dinding yang tinggal sendirian di ujung kampung.
Rumah itu nyaris tak pernah sepi dari bunyi detak. Di ruang tamunya tergantung puluhan jam tua dengan ukuran berbeda. Sebagian masih berdetak teratur, sebagian lain diam dengan jarum yang berhenti pada waktu yang berbeda-beda.
“Aneh ya, Pak,” kata Arga suatu sore. “Jam-jam ini rusak, tetapi Bapak tetap membersihkannya.”
Pak Wiryo tersenyum sambil mengelap kaca sebuah jam.
“Kalau tidak dibersihkan, orang akan lupa bahwa jam itu pernah menemani banyak cerita.”
Arga tidak benar-benar memahami maksud kalimat itu. Baginya, jam hanyalah benda yang menunjukkan waktu.
Beberapa minggu kemudian, hujan deras mengguyur kampung selama dua hari. Atap rumah Pak Wiryo bocor di beberapa bagian. Air menetes tepat di dekat rak tempat jam-jam tua disimpan. Tanpa diminta, Arga datang membawa beberapa lembar terpal dan membantu memindahkan koleksi jam ke tempat yang lebih aman.
Ketika mereka selesai bekerja, Pak Wiryo membuka sebuah kotak kayu kecil.
“Ini jam pertama yang pernah kubuat,” katanya pelan.
Jam itu tidak lagi berdetak. Kayunya mulai kusam, bahkan salah satu jarumnya patah.
“Kenapa tidak diperbaiki saja, Pak?”
Pak Wiryo menggeleng.
“Supaya aku tetap ingat bahwa tidak semua hal harus kembali seperti semula agar tetap berarti.”
Sejak hari itu, Arga mulai memperhatikan benda-benda lama di rumahnya sendiri. Ia membersihkan radio tua milik kakeknya, merapikan album foto keluarga yang mulai berdebu, bahkan memperbaiki rak buku peninggalan ibunya yang semula hendak dibuang.
Suatu sore, ketika melewati rumah Pak Wiryo, Arga melihat pintu rumah tertutup rapat. Seorang tetangga mengatakan bahwa Pak Wiryo sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Arga terdiam beberapa saat. Keesokan harinya, ia datang lagi. Kali ini ia membawa kain lap dan mulai membersihkan jam-jam yang masih tergantung di ruang tamu. Tak ada yang memintanya melakukan pekerjaan itu.
Namun, ketika matahari mulai condong ke barat, bunyi detak beberapa jam kembali terdengar memenuhi ruangan.
Arga tersenyum kecil. Untuk pertama kalinya, ia merasa rumah itu tidak sedang menunggu seseorang pulang. Rumah itu sedang menjaga cerita agar tidak ikut hilang.
58. Sikap penulis terhadap benda-benda lama dalam cerita tersebut dapat disimpulkan sebagai ….
A. menghargai benda lama sebagai bagian dari kenangan dan nilai kehidupan yang patut dipelihara
B. memandang benda lama sebagai koleksi pribadi yang bernilai tinggi dari sisi ekonomi semata
C. menganggap benda lama sebaiknya disimpan karena dapat dijual kembali pada waktu tertentu
D. menilai benda lama lebih berguna daripada berbagai peralatan modern yang digunakan Masyarakat
E. menyarankan setiap keluarga mempertahankan seluruh barang lama tanpa mempertimbangkan kondisinya
59. Perubahan emosi Arga sepanjang cerita paling tepat digambarkan sebagai ….
A. kekaguman berkembang menjadi penyesalan karena gagal memahami nasihat Pak Wiryo sejak awal
B. kegembiraan berubah menjadi kesedihan setelah mengetahui rumah Pak Wiryo mengalami kebocoran
C. rasa ingin tahu berkembang menjadi kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata
D. keraguan berubah menjadi kekecewaan setelah menyadari jam-jam tua tidak dapat diperbaiki
E. kebingungan berkembang menjadi kemarahan karena koleksi jam tidak lagi dirawat pemiliknya
60. Pernyataan berikut yang paling mencerminkan gagasan utama cerita tersebut adalah ….
A. Setiap benda lama sebaiknya dipertahankan karena memiliki nilai sejarah yang tidak dapat digantikan oleh benda baru.
B. Kepedulian terhadap sesama akan tumbuh apabila seseorang sering menghabiskan waktu bersama orang yang lebih tua.
C. Pengalaman hidup seseorang hanya dapat dipahami apabila seluruh kisah masa lalunya diceritakan secara langsung.
D. Kebiasaan merawat barang lama merupakan cara paling efektif untuk mengenang anggota keluarga yang telah tiada.
E. Makna sebuah warisan tidak terletak pada keadaan fisiknya, melainkan pada nilai yang dijaga dan diteruskan melalui tindakan.

Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal 61–64!
Hutan Kota dan Masa Depan Kehidupan Perkotaan
Perkembangan kota yang semakin cepat membawa berbagai perubahan terhadap lingkungan. Pembangunan gedung, jalan, dan kawasan permukiman memang diperlukan untuk mendukung aktivitas masyarakat. Namun, pertumbuhan kota yang tidak mempertimbangkan keseimbangan lingkungan dapat menyebabkan berbagai persoalan, seperti meningkatnya suhu udara, berkurangnya daerah resapan air, dan menurunnya kualitas udara.
Salah satu upaya yang mulai dilakukan berbagai kota adalah pembangunan hutan kota. Hutan kota merupakan kawasan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan dan berfungsi sebagai ruang hijau di wilayah perkotaan. Keberadaannya tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga sosial.
Dari sisi lingkungan, pepohonan di kawasan perkotaan dapat membantu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, serta mengurangi suhu sekitar. Selain itu, keberadaan ruang hijau dapat membantu menjaga siklus air karena tanah yang terbuka memungkinkan air hujan lebih mudah meresap.
Dari sisi sosial, hutan kota dapat menjadi ruang interaksi masyarakat. Warga dapat melakukan aktivitas olahraga, rekreasi, atau kegiatan edukasi lingkungan. Dengan demikian, hutan kota tidak hanya berfungsi sebagai penghias wilayah perkotaan, tetapi juga mendukung kualitas kehidupan masyarakat.
Meskipun demikian, pembangunan hutan kota bukan tanpa tantangan. Pemerintah perlu mempertimbangkan ketersediaan lahan, biaya pemeliharaan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut. Tanpa perawatan yang baik, ruang hijau dapat kehilangan manfaatnya.
Oleh karena itu, pembangunan kota masa depan perlu menggabungkan kemajuan infrastruktur dengan kepedulian terhadap lingkungan. Hutan kota merupakan salah satu contoh bahwa perkembangan dan kelestarian dapat berjalan bersama apabila direncanakan secara tepat.
61. Penilaian yang tepat terhadap relevansi isi teks dengan kondisi saat ini adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ Hutan kota relevan karena berkaitan dengan persoalan lingkungan yang muncul akibat perkembangan wilayah perkotaan.
☐ Hutan kota merupakan satu-satunya solusi yang mampu menyelesaikan seluruh masalah lingkungan kota.
☐ Pembangunan kota perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan.
☐ Keberadaan ruang hijau memiliki manfaat ekologis sekaligus sosial bagi masyarakat.
☐ Masalah lingkungan perkotaan tidak berkaitan dengan perubahan penggunaan lahan.
62. Apabila teks tersebut dikembangkan menjadi teks prosedur “Cara Merawat Hutan Kota agar Berfungsi Optimal”, informasi yang perlu ditambahkan adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ langkah pemeliharaan tanaman dan kebersihan kawasan
☐ alasan bahwa semua pembangunan kota harus dihentikan
☐ cara masyarakat berpartisipasi menjaga ruang hijau
☐ pendapat bahwa ruang hijau tidak membutuhkan perawatan
☐ tahapan pengelolaan fasilitas pendukung hutan kota
63. Informasi dalam teks yang memerlukan dukungan data agar lebih kuat adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ klaim bahwa pepohonan mampu mengurangi suhu wilayah perkotaan
☐ informasi bahwa hutan kota dapat digunakan sebagai ruang interaksi sosial
☐ pernyataan mengenai jumlah karbon yang dapat diserap oleh kawasan hijau
☐ pendapat bahwa semua warga pasti menyukai keberadaan hutan kota
☐ data mengenai luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan hutan kota
64. Informasi tambahan yang diperlukan agar pembahasan hutan kota lebih lengkap adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ contoh keberhasilan penerapan hutan kota di suatu wilayah
☐ data biaya pembangunan dan pemeliharaan ruang hijau
☐ pendapat bahwa seluruh masyarakat memiliki pandangan yang sama
☐ perbandingan kondisi kota sebelum dan sesudah memiliki ruang hijau
☐ anggapan bahwa pembangunan lingkungan tidak membutuhkan perencanaan

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 65–68
Di tengah perkembangan teknologi digital, sebagian orang beranggapan bahwa perpustakaan sekolah tidak lagi memiliki peran penting. Berbagai informasi kini dapat ditemukan melalui internet sehingga keberadaan rak buku dan ruang baca dianggap semakin kurang diperlukan.
Pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah. Teknologi memang memberikan kemudahan bagi siswa untuk memperoleh informasi secara cepat. Namun, menjadikan teknologi sebagai satu-satunya sumber belajar dapat menimbulkan persoalan baru. Tidak semua informasi di internet memiliki kualitas yang sama, dan tidak semua siswa memiliki kemampuan yang cukup untuk membedakan informasi yang benar dan yang keliru.
Perpustakaan sekolah memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat menyimpan buku. Perpustakaan dapat menjadi ruang untuk melatih kebiasaan membaca, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun suasana belajar yang lebih tenang. Di tempat tersebut, siswa tidak hanya mencari jawaban, tetapi juga belajar mengajukan pertanyaan.
Meskipun demikian, mempertahankan perpustakaan bukan berarti menolak perkembangan teknologi. Perpustakaan masa kini perlu beradaptasi dengan menyediakan sumber digital, akses internet yang mendukung pembelajaran, serta kegiatan literasi yang menarik.
Dengan demikian, persoalan utama bukanlah memilih antara buku atau teknologi, melainkan bagaimana keduanya dapat digunakan secara seimbang. Sekolah yang mampu menggabungkan kekuatan perpustakaan dan teknologi akan memiliki lingkungan belajar yang lebih kaya.
65. Pernyataan yang tepat mengenai sikap penulis dalam teks tersebut adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ Penulis mendukung keberadaan perpustakaan sekolah dengan alasan yang disertai pertimbangan logis.
☐ Penulis menolak penggunaan teknologi digital karena dianggap merusak kebiasaan membaca.
☐ Penulis berusaha menunjukkan keseimbangan antara manfaat perpustakaan dan teknologi.
☐ Penulis mengakui bahwa teknologi memiliki kelebihan dalam memperoleh informasi.
☐ Penulis hanya menyampaikan kritik terhadap perubahan sistem belajar modern.
66. Argumen yang paling logis berdasarkan teks adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ Kemampuan memilih informasi menjadi penting karena tidak semua informasi digital dapat dipercaya.
☐ Perpustakaan tetap diperlukan karena berfungsi membangun budaya belajar, bukan hanya menyediakan buku.
☐ Teknologi digital harus dihentikan agar siswa kembali menggunakan buku cetak.
☐ Perpustakaan dan teknologi dapat saling melengkapi dalam mendukung pembelajaran.
☐ Semua informasi dari buku pasti benar sehingga internet tidak diperlukan.
67. Berdasarkan teks di atas, tentukan apakah pernyataan-pernyataan simpulan berikut Sesuai atau Tidak Sesuai dengan isi bacaan!
Pernyataan Sesuai Tidak Sesuai
Perpustakaan sekolah tetap memiliki peran penting apabila mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Kemajuan teknologi menyebabkan semua fungsi perpustakaan menjadi tidak diperlukan lagi.
Penggunaan sumber belajar yang beragam dapat menciptakan pembelajaran yang lebih efektif.

  1. Judul yang paling sesuai untuk teks tersebut adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
    ☐ “Perpustakaan Sekolah di Tengah Perubahan Teknologi”
    ☐ “Teknologi Digital sebagai Penyebab Hilangnya Perpustakaan”
    ☐ “Menggabungkan Perpustakaan dan Teknologi untuk Pembelajaran”
    ☐ “Masa Depan Literasi Sekolah dalam Era Digital”
    ☐ “Mengapa Buku Cetak Harus Menggantikan Semua Teknologi”

Bacalah teks berikut untuk menjawab nomor 69–72!
Lampu Kecil di Ujung Gang
Setiap malam, ketika sebagian besar rumah di gang kecil itu mulai mematikan lampu, rumah Bu Ratna masih terlihat terang. Bukan karena rumah itu besar atau mewah, melainkan karena di ruang depannya selalu ada sebuah meja kecil dengan beberapa buku tersusun rapi.
Anak-anak di sekitar gang sering datang ke rumah tersebut untuk membaca atau mengerjakan tugas sekolah. Bu Ratna, seorang pensiunan guru, tidak pernah meminta bayaran. Ia hanya menyediakan tempat dan waktu bagi mereka yang membutuhkan.
Bagi sebagian warga, kegiatan itu dianggap tidak terlalu penting. Mereka berpendapat bahwa anak-anak sekarang sudah memiliki telepon pintar yang dapat digunakan untuk mencari informasi.
“Untuk apa menyediakan buku sebanyak itu? Bukankah semua sudah ada di internet?” kata seorang warga.
Bu Ratna tidak marah mendengar pendapat tersebut. Ia memahami bahwa teknologi memang membantu banyak orang. Namun, menurutnya, tidak semua anak memiliki suasana belajar yang nyaman di rumah.
“Kadang-kadang yang dibutuhkan anak bukan hanya jawaban dari sebuah pertanyaan, tetapi seseorang yang mau mendengarkan ketika mereka mencari jawaban,” ujar Bu Ratna.
Suatu hari, listrik di sekitar gang padam cukup lama. Anak-anak yang biasanya belajar di rumah datang ke tempat Bu Ratna karena hanya rumah itu yang memiliki lampu darurat.
Malam itu, mereka belajar bersama sambil berbincang tentang cita-cita masing-masing.
Beberapa minggu kemudian, warga mulai menyadari bahwa kegiatan kecil tersebut memberikan manfaat. Mereka kemudian membantu memperbaiki ruang baca dan menyumbangkan beberapa buku.
Lampu kecil di ujung gang itu tetap menyala setiap malam. Bukan hanya sebagai penerang ruangan, tetapi juga sebagai tanda bahwa selalu ada tempat bagi seseorang untuk belajar dan berharap.
69. Alasan Bu Ratna mempertahankan ruang baca tersebut dapat dinilai kuat karena …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ alasan tersebut mempertimbangkan kebutuhan belajar anak yang tidak selalu dapat dipenuhi teknologi
☐ alasan tersebut menunjukkan bahwa semua teknologi tidak memiliki manfaat bagi pendidikan
☐ alasan tersebut melihat kegiatan membaca sebagai bagian dari pembentukan lingkungan belajar
☐ alasan tersebut didukung oleh perubahan yang terjadi setelah warga ikut membantu
☐ alasan tersebut membuktikan bahwa buku cetak merupakan satu-satunya sumber pengetahuan
70. Bagian yang paling tepat menggambarkan karakter Bu Ratna sebagai tokoh peduli adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ Bu Ratna menyediakan tempat dan waktu bagi anak-anak tanpa meminta bayaran.
☐ Bu Ratna tetap menghargai pendapat warga yang berbeda dengannya.
☐ Bu Ratna marah kepada warga yang menganggap kegiatan membaca tidak penting.
☐ Bu Ratna memahami bahwa setiap anak dapat memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.
☐ Bu Ratna ingin menjadikan ruang bacanya sebagai usaha untuk mendapatkan keuntungan.
71. Penggambaran latar dalam cerita tersebut efektif karena …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ gang kecil dan rumah sederhana memperkuat kesan kedekatan sosial antarwarga
☐ ruang depan rumah Bu Ratna menjadi simbol tempat bertemunya berbagai pengalaman belajar
☐ latar malam digunakan untuk membangun suasana tenang dan reflektif
☐ latar cerita hanya berfungsi sebagai tempat kejadian tanpa hubungan dengan tema
☐ kondisi rumah Bu Ratna menunjukkan bahwa tokoh tersebut hidup dalam kemewahan
72. Bagian cerita yang paling mendukung penyelesaian konflik adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ warga akhirnya membantu memperbaiki ruang baca setelah melihat manfaatnya
☐ Bu Ratna menjelaskan bahwa teknologi tidak selalu menggantikan kebutuhan interaksi manusia
☐ seorang warga mempertanyakan manfaat ruang baca di tengah perkembangan teknologi
☐ anak-anak tetap datang belajar ketika listrik padam
☐ Bu Ratna menyiapkan buku-buku di ruang depan rumah sejak awal cerita

Bacalah teks berikut untuk menjawab nomor 73-76!
Bahasa yang Menjembatani Pengetahuan
Dalam dunia pendidikan, penyampaian informasi tidak hanya bergantung pada isi yang benar, tetapi juga cara menyampaikan informasi tersebut. Sebuah pengetahuan yang rumit dapat sulit dipahami apabila disajikan dengan bahasa yang tidak sesuai dengan kemampuan pembaca.
Teks ilmiah populer menjadi salah satu bentuk tulisan yang berusaha mempertemukan dunia ilmu pengetahuan dengan masyarakat umum. Melalui teks tersebut, konsep-konsep yang sebelumnya hanya dipahami oleh kalangan tertentu dapat dijelaskan dengan bahasa yang lebih mudah diterima.
Namun, penyederhanaan bahasa bukan berarti menghilangkan ketepatan makna. Penulis tetap harus berhati-hati dalam memilih kata. Istilah ilmiah dapat digunakan selama diberikan penjelasan yang memadai. Sebaliknya, penggunaan kata yang terlalu umum dapat menyebabkan informasi kehilangan ketepatan.
Dalam beberapa tulisan, penulis menggunakan ungkapan seperti “jendela pengetahuan” atau “jalan menuju pemahaman” untuk menggambarkan fungsi ilmu bagi kehidupan manusia. Ungkapan tersebut membuat tulisan lebih menarik karena memberikan gambaran yang dekat dengan pengalaman pembaca.
Meskipun demikian, penggunaan gaya bahasa harus tetap dikendalikan. Tulisan ilmiah populer bukanlah karya sastra yang sepenuhnya mengutamakan keindahan bahasa. Tujuan utamanya tetap menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan mudah dipahami.
73. Kalimat yang menunjukkan penyampaian ide secara efektif berdasarkan teks adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ Penulis menjelaskan konsep sulit dengan bahasa yang dapat dipahami pembaca.
☐ Penulis menggunakan istilah ilmiah sebanyak mungkin agar tulisan terlihat lebih berkualitas.
☐ Penulis menjaga keseimbangan antara ketepatan informasi dan keterbacaan.
☐ Penulis menyusun gagasan dengan mempertimbangkan tujuan komunikasi.
☐ Penulis menghindari semua istilah khusus agar teks menjadi sederhana.
74. Penggunaan diksi dalam teks tersebut dapat dinilai tepat apabila …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ istilah ilmiah digunakan sesuai konteks dan dijelaskan kepada pembaca
☐ pilihan kata mampu mempertahankan makna ilmiah sekaligus mudah dipahami
☐ kata-kata sulit digunakan agar pembaca merasa bahwa teks lebih akademis
☐ ungkapan kias digunakan untuk memperjelas gagasan tertentu
☐ seluruh istilah ilmiah harus diganti dengan kata sehari-hari
75. Penilaian yang tepat terhadap gaya bahasa dalam teks tersebut adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ penggunaan ungkapan kias membuat konsep abstrak menjadi lebih dekat dengan pembaca
☐ gaya bahasa digunakan untuk memperindah tulisan tanpa menghilangkan fungsi informatif
☐ penggunaan bahasa figuratif menyebabkan informasi ilmiah menjadi tidak dapat dipercaya
☐ gaya bahasa tetap harus dikendalikan agar sesuai dengan tujuan teks
☐ semakin banyak ungkapan kias digunakan, semakin baik kualitas teks ilmiah populer
76. Berdasarkan teks di atas, tentukan apakah pernyataan-pernyataan berikut Sesuai atau Tidak Sesuai dengan isi bacaan!
Pernyataan Sesuai Tidak Sesuai
Bahasa dalam teks ilmiah populer harus tetap menggunakan pilihan kata yang tepat agar informasi tidak berubah makna.
Bahasa ilmiah populer sebaiknya menggunakan istilah yang sulit tanpa penjelasan agar tampak lebih akademis.
Penggunaan bahasa yang komunikatif dapat membantu pembaca memahami informasi ilmiah.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 77–79!
“Kotak Musik di Lemari Tua”
Sejak kecil, Dara selalu penasaran dengan sebuah kotak musik yang tersimpan di lemari tua rumah neneknya. Kotak itu tidak pernah dimainkan. Debunya tebal, warnanya mulai pudar, dan sebagian permukaannya telah tergores oleh waktu.
Menurut nenek, kotak musik tersebut adalah pemberian kakek ketika mereka masih muda. Namun, setelah kakek meninggal, nenek jarang membukanya.
Suatu sore, Dara menemukan keberanian untuk bertanya.
“Nek, mengapa kotak ini tidak pernah dibunyikan lagi?”
Nenek tersenyum. Ia mengambil kotak itu perlahan dan membersihkannya.
“Bukan karena nenek tidak ingin mendengarnya. Kadang-kadang, ada benda yang menyimpan terlalu banyak cerita,” jawabnya.
Dara kemudian mendengarkan kisah tentang perjuangan kakek dan nenek membangun keluarga mereka. Ia baru memahami bahwa kotak musik itu bukan sekadar benda lama, melainkan penyimpan kenangan.
Beberapa hari kemudian, Dara memperbaiki kotak musik tersebut bersama ayahnya. Ketika suara kecil mulai terdengar, nenek terdiam sejenak. Matanya berkaca-kaca, tetapi wajahnya menunjukkan kebahagiaan.
Sejak saat itu, kotak musik tersebut tidak lagi disimpan di dalam lemari tertutup. Nenek meletakkannya di ruang keluarga agar kisah di baliknya dapat dikenal oleh anggota keluarga yang lain.
77. Pernyataan yang tepat mengenai sudut pandang cerita tersebut adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ cerita menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan arrator berada di luar cerita
☐ penulis menceritakan seluruh kejadian melalui pikiran Dara secara langsung
☐ penggunaan nama tokoh menunjukkan bahwa cerita disampaikan oleh narator eksternal
☐ sudut pandang tetap konsisten karena narator tidak menjadi bagian dari tokoh
☐ penggunaan dialog membuat cerita berubah menjadi sudut pandang orang pertama
78. Keunikan gagasan cerita tersebut terlihat dari …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ benda sederhana digunakan sebagai simbol perjalanan kehidupan keluarga
☐ konflik dibangun melalui hubungan manusia dengan kenangan, bukan sekadar pertentangan antar tokoh
☐ cerita menunjukkan bahwa semua benda lama harus selalu dipertahankan
☐ kotak musik berfungsi sebagai penghubung antara masa lalu dan generasi berikutnya
☐ akhir cerita berfokus pada keberhasilan Dara memenangkan perlombaan musik
79. Daya tarik pembuka cerita tersebut terletak pada …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ adanya benda misterius yang mengundang rasa ingin tahu pembaca
☐ pengenalan konflik melalui hubungan Dara dengan benda peninggalan keluarga
☐ penjelasan lengkap mengenai seluruh kehidupan nenek sejak awal cerita
☐ munculnya pertanyaan tentang alasan kotak musik tidak pernah dimainkan
☐ penyelesaian konflik langsung diberikan pada bagian awal cerita

Bacalah puisi berikut untuk menjawab soal nomor 80!
“Jejak di Halaman Lama”
Di halaman yang mulai sunyi
aku menemukan langkah kecil masa lalu
bukan untuk kembali berjalan ke sana
tetapi untuk memahami arah perjalanan
Daun-daun jatuh perlahan
membawa cerita yang pernah tumbuh
sebab waktu bukan hanya kehilangan
ia juga menyimpan pelajaran
80. Berdasarkan teks di atas, tentukan apakah pernyataan-pernyataan mengenai dampak emosi puisi tersebut Sesuai atau Tidak Sesuai!
Pernyataan Sesuai Tidak Sesuai
Puisi membangun suasana reflektif melalui gambaran masa lalu dan pengalaman hidup.
Puisi menghadirkan kesedihan tanpa harapan karena masa lalu tidak dapat kembali.
Puisi mengajak pembaca menghargai pengalaman sebagai bagian dari proses kehidupan.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 81–82!
“Pohon yang Tetap Berdiri”
Di halaman sekolah yang mulai berubah,
aku melihat satu pohon tua bertahan.
Rantingnya pernah patah diterpa badai,
namun akarnya tetap memeluk tanah.
Anak-anak datang dan pergi,
membawa cerita yang berbeda.
Ada yang tumbuh menjadi mimpi besar,
ada yang masih mencari arah langkah.
Pohon itu tidak pernah meminta dipuji,
ia hanya terus memberi teduh.
Mengajarkan bahwa bertahan bukan berarti diam,
melainkan tetap memberi manfaat.
81. Penilaian yang tepat terhadap struktur puisi tersebut adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ Susunan larik yang sederhana mendukung suasana tenang dan penuh perenungan.
☐ Pengulangan gambaran alam membantu membangun kesatuan suasana puisi.
☐ Seluruh larik memiliki rima akhir yang sama sehingga membentuk pola pantun.
☐ Pemenggalan larik membuat pembaca dapat menikmati jeda dan irama puisi.
☐ Struktur puisi tidak berpengaruh terhadap makna yang disampaikan.
82. Makna simbolik unsur dalam puisi tersebut yang tepat adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ pohon tua melambangkan keteguhan dalam menghadapi perubahan
☐ akar yang memeluk tanah menggambarkan kekuatan nilai dan pengalaman
☐ badai melambangkan keberhasilan tanpa hambatan
☐ memberi teduh melambangkan manfaat yang diberikan seseorang kepada orang lain
☐ halaman sekolah hanya menunjukkan lokasi kejadian tanpa makna tambahan

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 83–84!
“Sepeda Biru Milik Ayah”
Ketika pertama kali masuk sekolah menengah, Raka merasa malu menggunakan sepeda lama milik ayahnya. Cat birunya sudah pudar, belnya tidak lagi berbunyi nyaring, dan bentuknya jauh berbeda dari sepeda teman-temannya.
Setiap pagi, ayah tetap membersihkan sepeda itu sebelum Raka berangkat sekolah.
“Sepeda ini memang tidak baru, tetapi ia sudah menemani banyak perjalanan,” kata ayah.
Awalnya Raka tidak memahami maksud perkataan itu. Ia hanya ingin memiliki kendaraan seperti teman-temannya.
Suatu hari, hujan turun sangat deras ketika Raka pulang sekolah. Beberapa kendaraan teman-temannya mengalami masalah karena jalanan yang licin. Sepeda lama milik ayahnya tetap membawanya sampai rumah.
Sejak saat itu, Raka mulai melihat sepeda tersebut dengan cara berbeda. Ia tidak lagi melihatnya sebagai benda lama, tetapi sebagai tanda perhatian dan kerja keras ayahnya.
83. Pesan moral yang kuat dalam cerpen tersebut adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ nilai suatu benda tidak hanya ditentukan oleh harga atau tampilannya
☐ seseorang perlu menghargai usaha dan perhatian orang lain
☐ barang lama selalu lebih baik daripada barang baru
☐ pengalaman dapat mengubah cara seseorang memandang sesuatu
☐ seseorang harus mengikuti semua pilihan orang lain tanpa berpikir
84. Berdasarkan teks di atas, tentukan apakah pernyataan-pernyataan yang menunjukkan hubungan pengalaman Raka dengan kehidupan pembaca berikut Sesuai atau Tidak Sesuai!
Pernyataan Sesuai Tidak Sesuai
Pembaca dapat belajar untuk tidak menilai sesuatu hanya berdasarkan penampilan luar.
Pengalaman Raka hanya dapat terjadi pada siswa yang memiliki sepeda lama.
Pembaca dapat menerapkan sikap menghargai perjuangan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 85–88!
“Bangku di Bawah Pohon Mangga”
Setiap jam istirahat, Lila selalu duduk di bangku tua di bawah pohon mangga dekat lapangan sekolah. Bangku itu tidak pernah menjadi tempat favorit bagi sebagian besar siswa karena catnya mengelupas dan letaknya jauh dari kantin.
Bagi Lila, bangku tersebut memiliki arti berbeda. Di sanalah ia sering menemani Sari, teman sekelasnya yang baru pindah sekolah dan belum memiliki banyak teman.
Pada minggu-minggu pertama, Sari lebih banyak diam. Ia sering makan sendirian dan terlihat ragu ketika harus berbicara dengan teman baru.
“Aku takut tidak bisa menyesuaikan diri di sini,” kata Sari suatu hari.
Lila tidak langsung memberikan nasihat panjang. Ia hanya mendengarkan cerita Sari dan mengajaknya mengenal teman-teman lain secara perlahan.
Beberapa bulan kemudian, Sari mulai lebih percaya diri. Ia bergabung dalam kegiatan sekolah dan memiliki banyak teman.
Ketika melihat bangku tua itu kembali, Lila tersenyum. Baginya, bangku tersebut bukan sekadar tempat duduk, tetapi tempat sebuah persahabatan dimulai.
85. Sikap yang menunjukkan empati terhadap peristiwa yang dialami Sari adalah ….
(Jawaban benar lebih dari satu)
☐ memberikan kesempatan kepada Sari untuk menceritakan kesulitannya
☐ memahami bahwa proses beradaptasi membutuhkan waktu
☐ memaksa Sari segera berubah agar sama dengan teman lainnya
☐ mendampingi Sari tanpa memberikan penilaian negatif
☐ menganggap Sari tidak memiliki kemampuan bersosialisasi
86. Nilai cerita yang relevan dengan kehidupan sosial saat ini adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ lingkungan yang ramah dapat membantu seseorang menghadapi perubahan
☐ kepedulian sederhana dapat memberikan dampak bagi kehidupan orang lain
☐ seseorang yang pendiam selalu berarti tidak ingin berinteraksi
☐ dukungan sosial dapat membantu seseorang membangun kepercayaan diri
☐ masalah penyesuaian diri hanya terjadi pada siswa baru
87. Keberhasilan penulis dalam membangun konflik cerita terlihat dari …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ konflik berasal dari perasaan Sari yang sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan baru
☐ perubahan karakter Sari menunjukkan perkembangan setelah konflik diselesaikan
☐ konflik utama hanya berupa pertentangan antara Sari dan Lila
☐ masalah dalam cerita tidak memiliki hubungan dengan perkembangan tokoh
☐ tindakan Lila membantu memperlihatkan proses penyelesaian konflik
88. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 88!
“Transportasi Publik dan Kota Berkelanjutan”
Kemacetan menjadi salah satu persoalan yang banyak dihadapi kota besar. Bertambahnya jumlah kendaraan pribadi menyebabkan meningkatnya kepadatan jalan dan penggunaan bahan bakar.
Salah satu upaya yang dilakukan berbagai kota adalah meningkatkan penggunaan transportasi publik. Kendaraan umum yang nyaman, aman, dan mudah dijangkau dapat menjadi pilihan masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Namun, keberhasilan transportasi publik tidak hanya bergantung pada jumlah kendaraan yang tersedia. Faktor lain seperti ketepatan waktu, keamanan, biaya, dan kebiasaan masyarakat juga memengaruhi keberhasilannya.
Oleh karena itu, pembangunan transportasi publik perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak perlu bekerja sama agar sistem transportasi dapat berjalan secara efektif.
Berdasarkan teks di atas, tentukan apakah pernyataan-pernyataan mengenai struktur teks informasi berikut Sesuai atau Tidak Sesuai!
Pernyataan Sesuai Tidak Sesuai
Teks disusun dari permasalahan, solusi yang ditawarkan, kemudian faktor yang mendukung keberhasilan solusi.
Teks menjadi kurang efektif karena tidak menjelaskan hubungan antara masalah dan solusi.
Bagian akhir teks memperkuat gagasan bahwa penyelesaian masalah membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 89!
“Bijak Memilih Informasi Kesehatan”
Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi tentang kesehatan. Berbagai artikel, video, dan unggahan media sosial membahas pola hidup sehat, pengobatan, hingga pencegahan penyakit.
Kemudahan tersebut memberikan manfaat karena masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dengan cepat. Namun, kemudahan akses informasi juga membawa tantangan. Tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang kuat.
Beberapa informasi kesehatan sering menarik perhatian karena menggunakan judul yang berlebihan, seperti klaim bahwa satu cara tertentu dapat menyembuhkan berbagai masalah kesehatan tanpa bukti yang memadai. Informasi semacam itu perlu diperiksa sebelum dipercaya dan disebarkan.
Sumber informasi yang kredibel biasanya berasal dari lembaga resmi, tenaga ahli, atau penelitian yang memiliki metode jelas. Selain itu, informasi yang baik juga menjelaskan dasar pendapatnya dan tidak hanya mengandalkan pernyataan tanpa bukti.
Dengan kemampuan memilih informasi secara kritis, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara lebih bijaksana. Literasi informasi menjadi salah satu keterampilan penting dalam menghadapi perkembangan zaman.
89. Pernyataan yang tepat mengenai penilaian kredibilitas informasi berdasarkan teks adalah …. (Jawaban benar lebih dari satu)
☐ Informasi kesehatan perlu diperiksa berdasarkan sumber dan bukti yang mendukung.
☐ Informasi yang banyak dibagikan masyarakat pasti memiliki tingkat kebenaran yang tinggi.
☐ Penelitian dengan metode yang jelas dapat menjadi dasar pendukung sebuah informasi.
☐ Judul yang menarik tidak selalu menunjukkan bahwa isi informasi dapat dipercaya.
☐ Semua informasi dari media sosial harus dianggap salah.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 90!
“Sebelum Tirai Terbuka”
(Ruang belakang panggung. Beberapa siswa sedang mempersiapkan pertunjukan akhir tahun.)
Alya : “Aku sudah berlatih berhari-hari, tetapi rasanya masih banyak kekurangan. Bagaimana jika penampilanku mengecewakan semua orang?”
Reno : “Kamu tidak harus menjadi sempurna untuk memberikan sesuatu yang berarti.”
Alya : “Tapi semua orang akan melihat kesalahanku nanti.”
Reno :”Mungkin mereka akan melihat kesalahanmu. Namun, mereka juga akan melihat keberanianmu untuk berdiri di atas panggung.”
(Alya melihat kostum yang sudah disiapkan. Ia tersenyum kecil.)
Alya : “Baiklah. Aku akan memberikan yang terbaik yang aku bisa.”
90. Pernyataan yang tepat mengenai respons emosional pembaca terhadap kutipan drama tersebut adalah….
Pernyataan Sesuai Tidak Sesuai
Pembaca dapat memahami rasa cemas Alya sebelum tampil di depan banyak orang.
Pembaca dapat merasakan perubahan sikap Alya setelah memperoleh dukungan dari Reno.
Pembaca melihat Alya sebagai tokoh yang sejak awal tidak memiliki kekhawatiran terhadap penampilannya.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Penulis : admin

Tulisan Lainnya

Oleh : Edi Setiawan

PANDUAN MATA PELAJARAN